Posted by Unknown
Posted on 7:37 AM
with 2 comments
Rindu Bertemu Rasulullah
By: Uje
Siapakah engkau ya Muhammad..
Begitu dahsyatnya engkau berada di relung hati kami..
Seluruh para penghuni alam ini membicarakan engkau..
Jika bukan karena Engkau ya Muhammad...
Semua kami tidak akan pernah mengenal Robb kami...
Duhai ALLAH...
Maukah Engkau menghadirkan Beliau dalam mimpi kami?...
memandang kesejukan wajahnya dalam pelukan hati...
Mendengar kemerduan suaranya memanggil ENGKAU...
sebentar saja YA ALLOH...
Duhai ALLOH...
Semoga ENgkau Bangkitkan kami dalam barisan...
yang sama bersama Rosul kami...
Ya Habibi Ya Rosululloh...
Dari yang merindukanmu...
Posted by Unknown
Posted on 6:52 PM
with 48 comments
Download: Raga boleh terbaring di rumah sakit, namun hatinya selalu rindu pada murid-muridnya yang selalu merindukan kehadirannya, dan obat yang paling beliau suka hanya memuji Allah dan Rasul-Nya. di tengah sakitnya masih tersirat senyum di wajah beliau, senyum kerinduan pada Allah dan Rasulullah.
Download Saat Haul ke 4 Sayaikhuna Al Alimul allamah Al Arif Billah Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari di Sekumpul Martapura, yang dihadiri oleh para Habaib ulama dan pejabat daerah setempat, acara berlangsung dari magrib hingga sehabis isya di Musholla Ar-Raudhah ekumpul Martapura, hadir pula putra-putra beliau Amin Badali dan Khafi Badali yang duduk di tengah-tengah para Habaib dan jemaah.
Download Pembacaan Syair Majelis pembacaan kitab, maulid maupun burdah selalu dihadiri ribuan jamaah dari seluruh penjuru Kalimantan selatan hingga luar daerah, mereka datang karena kecintaannya kepada sang guru dan Rasulullah SAW.
Download Membawa keranda jenazah Jenazah di bawa dari kediaman beliau menuju Musholla Ar Raudhah untuk di sholatkan secara bergantian hingga waktu sholat Ashar tiba.
Posted by Unknown
Posted on 9:58 AM
with 27 comments
Pengertian maulid
Maulid sering juga disebut maulud atau mulud adalah peringatan Hari
Kelahiran Nabi Muhammad yang biasanya dirayakan selama sebulan penuh di
bulan Rabiul Awal. Dalam perayaan tersebut dibacakan kitab maulid
yaitu kisah kelahiran dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang disusun
berupa syair puitis yang panjang. Kitab maulid berbeda dengan sirah
(biografi) dan tarikh (sejarah), karena bentuknya yang berupa bait-bait
puisi tersebut.
Ada banyak kitab-kitab maulid yang dikarang oleh para ulama, namun semuanya dapat dibagi kedalam dua jenis :
Maulid yang digubah dalam lirik-lirik qashidah murni yang indah, seperti Maulid Burdah dan Maulid Syaraful Anam.
Maulid
yang bercorak prosa lirik (rawi) yang dipadu dengan qashidah, seperti
Maulid Ad-Diba’i, Maulid Al Azab, Maulid Al-Buthy, Maulid Simthud
Durar, dan yang mutakhir Maulid Adh-Dhiya-ul Lami’, dan lain sebagainya
Maulid Simtut Durar
Maulid ini lebih dikenal dengan nama Maulid Al Habsyi, mungkin karena pengarangnya ber fam Al-Habsyi yaitu Habib Ali Al Habsyi.
Maulid
ini adalah maulid yang paling sering di baca di Kalimantan Selatan,
terutama oleh kaum muda (yang sudah tuda biasanya senang dengan
syarafal anam atau barzanzi),
Di Kalimantan Selatan, maulid ini dipopulerkan oleh yang mulia Guru Sekumpul, yang juga mempopulerkan maulid dibai.
Download Mp3 Maulid Al Habsyi, dengan pada salah satu link dibawah ini:
Maulid Azab
Selain beberapa maulid diatas, Maulid Al Azab karya Syaikh Abu Sulaiman Muhammad Al Azaby dan Maulid Syaraful Anam
juga sangat terkenal di Indonesia
Maulid Ad Diba’i
Maulid
diba` adalah karya Al Imam Abu Muhammad Abdurrahman bin Ali Addiba’i
Asy Syaibani Azzubaidi (866-944 H). Di Indonesia maulid ini di
Populerkan pula oleh Al Habib Ali Bin Sholeh Al Athos (Bekasi) dan di
Kalimantan Selatan dipopulerkan oleh Guru Sekumpul yang juga
mempopulerkan maulid al habsy.
Download Mp3 Maulid Ad diba`i, pada link ini:
Maulid Addhiya‘ullami
Maulid
ini karangan Al Hafidz Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz. Maulid ini
ikut dipopulerkan oleh tim hadrah Majelis Rasulullah yang dipimpin oleh
AlHabib Munzir Al Musawa (majelisrasulullah.org).
Teks Maulid Addhiya ‘Ullami bisa didownload pada link berikut ini :
Maulid Al Barzanji
Nama lain dari Maulid Barzanji adalah ‘Iqdul Jawhar fi Mawlidin Nabiyyil Azharatau Jawahir ‘Iqd atau ‘Iqd al-Jawahir dan al-Burud yubaiyinul Murad,
tetapi lebih terkenal disebut Maulid Al Barzanji karena pengarangnya
adalah Syaikh Ja’far bin Hasan bin Abdul Karim Al-Barzanji al-Madani.
Maulid ini disusun dalam dua model:
Maulid Narzanji Natsar (prosa lirik), terdiri atas 19 bab dengan 355 bait
Maulid Narzanji Nazham (qashidah puitis) berisi 16 bab dengan 205 bait
Mungkin
maulid inilah yang pertama kali datang dan berkembang di Indonesia. Di
Kalimantan Selatan maulid ini sering dibaca oleh orang-orang tua,
dengan gaya pembacaan nada tinggi, dengan nada yang khas. Untuk
mendengarkan dan pempelajari maulid ini silahkan Download pada link
ini:
Maulid ini banyak disayarahkan (dijelaskan secara khusus dalam satu kitab) oleh ulama, diantaranya sebagai berikut:
Nawawi al-Bantani (1813-1897), dengan judul Madarij As-Su’ud Ila Iktisa’ Al- Burud (jalan naik untuk dapat memakai kain yang bagus), dalam bahasa arab dan telah diterbitkan beberapa kali.
Ahmad Subki Masyhadi, dengan judul Nur Al-Lail Ad-Daji Wa Miftah Bab Al- Yasar
(cahaya di malam gelap dan kunci pintu kemulyaan), terjemahan/komentar
dalam bahasa jawa, diterbitkan oleh hasan al- attas pekalongan.
Asrori Ahmad, dengan judul Munyat Al-Martaji Fi Tarjamah Maulid Al-Barjanzi
(harapan bagi pengharap dalam riwayat hidup nabi tulisan al- barjanzi),
terjemahan/komentar dalam bahasa jawa yang diterbitkan oleh menara
kudus
Mundzir Nadzir, dengan judul al-Qoul al-Munji ’Ala Ma’ani al-Barjanzi
(ucapan yang menyelamatkan dalam makna-makna al-barjanzi),
terjemahan/komentar bahasa jawa, diterbitkan oleh sa’ad bin nashir bin
mabhan, Surabaya
M Mizan Asrani Muhammad, dengan judul Badr ad-Daji fi Tarjamah Maulid al- Barjanzi
(purnama gelap gulita dalam sejarah nabi yang ditulis al- barjanzi),
terjemahan indonesia, penerbit karya utama surabaya. (Ensiklopedi Islam,
241-242, Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam, 2001,I:199-200)
Abdul Hamid bin Syaikh Muhammad ‘Ali Kudus dengan judul Maulidin Nabiyi `ala nasijil Barzanji
Abu
‘Abdillah Muhammad bin Ahmad ‘Ilyisy al-Maaliki al-’Asy’ari
asy-Syadzili al-Azhari yang terkenal dengan panggilan Ba`ilisy
(1217H/1802M – 1299H/1882M) dengan judul al-Qawl al-Munji ‘ala Mawlid al-Barzanji
Sayyid Ja’far bin Sayyid Isma`il bin Sayyid Zainal ‘Abidin bin Sayyid Muhammad al-Hadi bin Sayyid Zain dengan judul al-Kawkabul Anwar ‘ala ‘Iqdil Jawhar fi Mawlidin Nabiyil Azhar.
Maulid Burdah
Maulid
burdah sering disebut burdah saja, kebanyakan orang tidak
menggolongkannya termasuk maulid. Burdah sangat sering dibaca, biasanya
dibaca secara bersama-sama, setiap orang yang hadir ikut bersuara
membacanya secara serentak, berbeda dengan maulid lainnya yang dibaca
oleh satu orang dan yang lainnya mendengarkan.
Ini link download mp3 nya:
Maulid Lainnya
Masih banyak
kitab maulid lainnya yang tersebar dan terkenal pada daerah atau negeri
tertentu dan Indoensia kurang mendapat perhatian, diantaranya:
Maulid Asy-syathiri karya Al-Habib ‘Umar Asy-Syathiri, atok Sulthonul ‘Ilm Al-Habib Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar Asy-Syathiri.
Attanwir fi maulid basyir an nadzir, karya Imam Al hafidh Al Muhaddis Abulkhattab Umar bin Ali bin Muhammad yg terkenal dg Ibn Dihyah alkalbi
Urfu at ta’rif bi maulid assyarif , karya Imam Al Hafidh Al Muhaddits Syamsuddin Muhammad bin Abdullah Aljuzri
Maulid ibn katsir Imam al Hafidh Ibn Katsir
Maurid al hana fi maulid assana , karya Imam Al Hafidh Al ’Iraqy
Posted by Unknown
Posted on 9:01 AM
with 27 comments
Qasidah Huwannur karya yang indah Al-Habib `Ali ibn Muhammad al-Habsyi
هو النور يهدي الحائرين ضياؤه = وفي الحشرظلُ المرسلين لِواؤُه
Dialah Nabi ﷺ Pelita Cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang
bimbang di Padang Mahsyar Panjinya sebagai pemberi naungan...
تلقى من الغيب المجرد حكمة = بها امطرت في الخافقين سماؤه
Sampailah kepadanya hikmah tanpa perantara apapun dengan hikmah itu
hujanlah langit (dengan Rahmat) di segala penjuru barat dan timur...
ومشهود اهل الحق منه لطائف = تخبر ان المجد والشأو شأوه
Para saksi dari para Ahli Ma`rifah yang dalam kebenaran, menyaksikan
dari Beliau ﷺ kasih sayang dan kelembutan-kelembutan, dikhabarkan
sungguh apa yang terjadi adalah dengan keinginanmu (ﷺ)...
فلله ماللعين من مشهد اجتلا= يعزعلى اهل الحجاب اجتلاؤه
Padaku penglihatan apa-apa yang kusaksikan sangatlah berpijar luhur,
menundukkan para pemilik kemuliaan yang masih tertutup penglihatannya
dari pandangan keluhuran ini...
ايانازحا عني ومسكنه الحشا = اجب من ملا كل النواحي نداؤه
Wahai yang jauh dariku dan tempatnya di lubuk hati yang terdalam,
jawablah wahai Saudaraku seruan (Sang Nabi ﷺ) yang memenuhi segala
penjuru...
اجب من تولاه الهوى فيك وامض في= فؤادي مايهوى ويشاؤه
Jawablah wahai yang diriku adalah terbenam dalam rindu padamu (ﷺ) dan
mengalir pada sanubariku apa-apa yang dirindukan sanubari ini dan yang
ia (diriku) dambakan...
بنى الحب في وسط الفواد منازلا = فلله بان فاق صنعا بناؤه
Cinta membangun Istana Agung di dalam hati yang terdalam, demi ALLAH,
sungguh tempat itu paling tinggi dan indah di antara bangunan (tempat)
yang lain.
بحكم الولا جردت قصدي وحبذا = موال ارواح القلب منه ولاؤه
Dengan keputusan pasrah kubiarkan yang lainnya berlalu dari semua
keinginanku, dan alangkah indahnya Sang Baginda menenangkan hati ini
dari wewenang lembutnya...
مرضت فكان الذكر براءا لعلتي = فياحبذا ذكرا لقلبي شفاؤه
(Jika) aku sakit, maka menceritakan tentangnya (ﷺ) adalah obat bagi
penyakitku, sungguh indah, menyebutnya adalah obat bagi hatiku...
اذا علم العشاق داي فقل لهم = فان لقا احباب قلبي دواؤه
Jika para perindu mengetahui penyakitku, maka katakan kepada mereka,
sesungguhnya perjumpaan dengan kekasih hati itulah obatnya...
ايا راحلا بلغ حبيبي رسالة = بحرف من الاشواق يحلو هجاؤه
Wahai orang yang berjalan (ke Madinah) sampaikan lembaran cinta kepada
Kekasihku (ﷺ) dengan indahnya ejaan huruf-huruf kerinduan...
وهيهات ان يلقى العذول الى الحشا = سبيلا سواء مدحه وهجاؤه
Maka sulitlah bagi yang memusuhi cinta ini sampai ke batas yang tidak
mungkin, mencapai jalan kebenaran dengan memujinya (ﷺ) dan mengucapkan
padanya (ﷺ)...
Jiwaku terbakar (karena cinta) dengan sebaik-baik Utusan, dan yang terindah di pendengaranku adalah mendengar pujiannya...
رقى في العلى والمجد اشرف رتبة = بمبداه حار الخلق كيف انتهاؤه
Mulia dalam tangga-tangga keluhuran, semulia-mulia tingkatan yang
semakin luhur, dalam awal cinta dan rindu pada Beliau ﷺ akan muncul
hangat membara di hati makhluk, maka bagaimana keadaan yang telah
mencapai puncaknya... ?
ايا سيدي قلبي بحبك بايح = وطرفي بعد الدمع تجري دماؤه
Wahai Tuanku, hatiku lebur dengan kecintaan kepadamu, mata ini niscaya
menangis darah setelah air mata mengering dan tidak mengalir...
Jika engkau sembunyikan cinta maka akan bertambah kecintaanku dan
airmataku, maka sama sahja bagiku, ku ungkapkan cinta itu atau ku
sembunyikannya...
اجب ياحبيب القلب دعوة شيق = شكى لفح نار قد حوتها حشاؤه
Jawablah seruan kerinduan ini wahai Kekasih hati, rintihan api kerinduan telah menyelimuti lubuk hatiku...
ومرطيفك الميمون في غفلة العدا = يمر بطرف زاد فيك بكاؤه
Maka lewatkanlah keindahan dan kelembutanmu saat hamba-hamba ummatmu
(ﷺ) yang tenggelam dalam kelupaan, lintasan keindahan dan kemuliaanmu
yang membuat berlinangnya airmata...
لي الله من حب تعسر وصفه = ولله امري والقضاء قضاؤه
Duhai ALLAH, sungguh sulit cinta ini di ungkapkan, semua ini hanya
kepada ALLAH kupasrahkan karena ketentuan adalah KetentuanNYA...
فيارب شرفني برؤية سيدي = واجل صدى القلب الكثير صداؤه
Wahai ALLAH, Muliakanlah aku dengan memandang Tuanku (Sayyidina
Muhammad) dan Bersihkanlah hati yang penuh dengan kekeruhan ini...
وبلغ عليا مايروم من اللقا = باشرف عبد جل قصدي لقاؤه
Dan Sampaikanlah pada diriku (al-Habib `Ali al-Habsyi) pada puncak
harapan untuk berjumpa dengan semulia-mulia hamba,dan perjumpaan
dengannya adalah segala tujuanku...
عليه صلاة الله ماهبت الصبا = وما اطرب الحادي فطاب حداؤه
Atasnya Curahan Selawat selama angin berhembus sebanyak asyik merdunya
Qasidah pujian yang memadukan cinta padamu (ﷺ), maka semakin indahlah
yang menyatukan hati dalam cinta padanya (ﷺ)...
مع الال والصحب ماقال منشد = هو النور يهدي الحائرين ضياؤه
Beserta Keluarga, Sahabat dan yang diucapkan oleh Munsyid (Pembaca
Qasidah), dialah Pelita Cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang
bimbang...
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi, Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Surah Al-Ahzab: 56)
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya manusia yang paling utama denganku pada hari kiamat ialah yang paling banyak bershalawat ke atasku”
Posted by Unknown
Posted on 7:00 PM
with No comments
Dalam sebuah kesempatan saat bersama para sahabatnya, Rosululloh S.a.w bertutur :"ajari anak-anak kalian 3 hal : @ baca alqur'an @ cinta Nabi kalian @ dan cinta keluarganya" (H.R. Atthobaroni). Nah, praktek, penerapan dan cara menumbuhkan cinta Nabi di hati kita, teramat banyak. Salah satunya adalah dengan memperingati hari kelahiran beliau, atau kita mengenalnya dengan istilah MAULID. Jadi, maulid adalah salah satu bentuk dan aplikasi, juga media untuk menumbuhkan rasa cinta pada Nabi.
Memang terjadi perdebatan keras soal maulid itu sendiri, ada sekelompok orang yang dengan begitu gigih mengingkarinya, dan menyatakan bahwa hal itu bid'ah, tidak pernah dilakukan oleh Nabi dan para salah shaleh setelahnya. Yang lebih ekstrem menyatakan, bahwa pelaku maulid adalah orang-orang yang tersesat. Sebuah stempel yang sangat mengerikan.
Terlepas dari semua itu, sebenarnya ada banyak kejanggalan. Maulid bid'ah? Oke, secara istilah bahasa memang bid'ah, karena hal baru, tapi apakah bid'ah syar'iyyah? Jika menyatakan bahwa maulid adalah bid'ah syar'iyyah maka tentu hal yang lucu, kenapa? Sebab bid'ah jenis ini (yang memang sesat) adalah hanya untuk masalah ibadah. Pertanyaannya, apakah maulid itu ibadah? Tak satupun orang yang masih waras bilang bahwa maulid adalah ibadah. Karena maulid bukan ibadah. Maka tentu maulid tidaklah bid'ah yang sesat itu.
Oke, tapi kan tidak ada di zaman Nabi, beliau ga ngelakuin? Sebuah pertanyaan timbul, apakah hal yang tak dilakukan Nabi lantas artinya hal itu terlarang? Apakah ketiadaan Nabi tidak melakukan sesuatu itu adalah sebuah dalil? padahal dalam kaidah dinyatakan, ketiadaan dalil tidak menunjukkan bahwa itu dalil. Jika memang maulid dilarang, oke, adakah 1 dalil saja yang menyatakan secara terang-terangan bahwa maulid dilarang? Sampai tangan kamu gempor cari hadits yang melarang maulid pun ga akan ada. Nah, hal yang tidak ada dalilnya gini, dalam kaidah fiqih menunjukkan bolehnya dikerjakannya hal tersebut. Ini jika memang mereka yang kontra maulid memaksakan diri bahwa maulid harus berdalil (dan memang ada 21 dalil berhubungan dengan maulid di sana)
Terlepas dari ada atau tidak adanya dalil, maulid sendiri adalah sebuah ekspresi atas cinta Nabi, salahkah kita mengungkapkan cinta pada Nabi kita? Padahal cinta Nabi adalah perintah agama. Oke, ga apa tidak suka maulid, tapi setidaknya jangan menyalahkan orang yang mencintai Nabi dengan cara maulid. Lagi pula acara maulid sendiri kontainnya juga baca alqur'an, mendendangkan pujian pada Nabi, membaca sejarah beliau, bergembira atas kelahirannya, dan bersedekah dengan memberi makan pada orang yang hadir di acara itu. Apakah semua ini salah? Baca qur'an salah? Baca sejarah Nabi, salah? memuji beliau, apa juga salah? Memberi makan, bersedekah, apakah tidak boleh dan salah? Bukankah hal-hal ini semua berdalil dan di anjurkan agama? Oke, andai dalam acara maulid terjadi hal yang diharamkan, semisal bercampurnya laki-laki dan perempuan, maka kita pun mengingkarinya, tetapi bukan pada maulidnya, namun campur baurnya itu yang memang dilarang agama.
Problem tersendiri adalah saat kita memahami dalil hanya setengah-setengah dan tidak menyeluruh, atau mengartikannya sepotong tanpa melihat potongan yang lain. Atau hanya melihat satu dalil dan mengabaikan yang lain. Dan maulid ini adalah salah satu korban pemahaman nash yang tidak sempurna tadi. Alangkah meruginya orang yang menghalangi orang lain yang ingin mengekspresikan cintanya pada Rosulnya. Lebih memalukan lagi, ga mau maulid, tapi waktu diberi makanan oleh-oleh maulid, diembat juga.
Dalam sebuah cerita yang diriwayatkan Imam Al-bukhori di shahihnya, dikisahkan, bahwa Abu Lahab, musuh bebuyutan Nabi, di neraka mendapat keringanan tiap senin dengan minum air dari pangkal ibu jarinya, hanya sebab waktu Nabi dilahirkan, dia melonjak gembira dan membebaskan budaknya, tsuwaibah. Lantas bagaimana sekarang dengan orang yang dia setiap saat selalu gembira dengan Nabinya, bahagia dengan kelahirannya dan dia beriman padanya? Hal yang lucu tentu kalau ada orang mencintai Nabi malah dituduh sesat, kira-kira pergi ke mana akal orang yang seperti itu? Tidak malu apa kalah sama abu lahab, yang masih sempet mencintai Nabi?
Akhir catatan, cinta kita pada Nabi teramat kurang, malah mingkin kita tidak bisa total mencintainya, lalu jika tidak dengan acara-acara semacam ini, dengan apa lagi kita berusaha menumbuhkan cinta di hati kita? So, hayuk maulidan, ga usah ragu lagi, udah dapat cinta nabi, juga pulang dapat nasi, kenyang lahir batin, iya ga? Rizki jasmani juga rizki ruhani... Dan ga baik lho menolak rizki tu, hehehe...
Allahumma sholli wa sallim wa baarik alaih, wa ala alih :)