Artikel TerbaruSelamat Datang di Putra Martapura

Banjar Bershalawat Bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf


"BANJAR BERSHALAWAT"
Bersama HABIB SYECH BIN ABDUL QADIR ASSEGAF
di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura
Pada Hari Kamis, Tanggal 18 Agustus 2016, Jam 20.00 WITA (Ba'da Isya)
yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar


Teroris Bukan Islam dan Islam Bukan Teroris


Islam adalah agama yang rohmatan lil alamin, namun sejak peristiwa 9/11 yang menimpa gedung WTC di Amerika Serikat, umat Muslim dan Islam itu sendiri menjadi sorotan dan bulan-bulanan media Internasional, Islam diidentikkan dengan teroris, Islam difitnah mengajarkan kebencian dan menghalalkan pembunuhan terhadap orang-orang yang berada di luar golongannya. Dan semakin lama para pembenci Islam semakin bertambah seiring dengan munculnya aksi-aksi teror yang dilakukan oleh oknum umat Islam dengan alasan ber-Jihad.

Benarkah Islam yang notabene menyatakan sebagai agama rahmatan lil alamin ini mengajarkan sesuatu yang begitu keji?

Ayat Yang Disalah Artikan

Dalam Al-Qur'an memang disebutkan perintah tegas untuk membunuh orang kafir, sebagaimana dalam surat Al-Baqarah ayat 191 yang terjemahannya sebagai berikut:
"Dan bunuhlah mereka dimana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan,…"
Ayat ini sering kali digunakan sebagai dalil penguat oleh saudara-saudara kita untuk semakin memupuk rasa benci terhadap orang kafir dan menghalalkan darah seluruh umat kafir sehingga mereka melakukan aksi-aksi terorisme.

Dan sebaliknya, ayat ini juga merupakan senjata empuk yang sering digunakan oleh para pembenci Islam dan penyebar fitnah untuk memfitnah dan menyudutkan agama Islam, agama yang mulia ini.
Dalam memahami Al-Qur'an, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan selain hanya memperhatikan makna ayat secara harfiah dan sepotong-sepotong saja, karena jika hanya memahami ayat Al-Qur'an secara harfiah dan sepotong-sepotong bisa jadi pesan sebenarnya dari firman Allah tersebut tidak bisa kita tangkap atau apa yang kita pahami melenceng dari maksud sebenarnya. Karena Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW sebagai jawaban atas segala perkara yang terjadi pada saat itu.

Ada sejumlah kaidah yang berlaku dalam memahami ayat Al-Quran, seperti keharusan dalam memperhatikan makna kosa-katanya, harus memperhatikan sifat kata, pola-pola kalimat yang dipergunakan, memperhatikan suatu ayat dengan ayat sebelumnya, mengetahui asbabun nuzul suatu ayat, memperhatikan suatu ayat dengan hadits Rasulullah Saw yang berkaitan dengannya, serta sekitar lima kriteria lainnya yang dikenal dengan istilah tafsir bil ma’tsur.

Kembali pada ayat 191 surat Al-Baqarah tadi, jika ayat tersebut difahami bulat-bulat secara harfiah atau sesuai dengan terjemahan alih bahasanya saja, maka sejak Islam diturunkan, utamanya sejak ayat tersebut diturunkan hingga saat ini dunia akan lebih kacau dan anarkis dari pada yang terjadi sekarang, bahkan bukan tidak mungkin kita tidak lagi dapat menjumpai orang dengan agama selain Islam karena semua sudah ditumpas atau malah kita yang sudah tidak ada karena sudah dihabisi.

Ada tiga ayat yang saling berkaitan dengan ayat 191 surat Al-Baqarah tersebut, yakni ayat 190, 191, 192, dan 193, berikut ini selengkapnya:

190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. Dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, hingga mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah Balasan bagi orang-orang kafir.
192. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi dan memerangi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi, dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi dan memerangi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

Penjelasan
Dikemukakan oleh al-Wâhidî dari al-Kilabî dari Abî Shâlih yang bersumber dari ‘Abdullâh bin ‘Abbâs, dia (‘Abdullâh bin ‘Abbâs) berkata: “Ayat (190-193, Surat al-Baqarah) turun mengenai peristiwa perdamaian/perjanjian Hudaibiyah. Pada waktu itu Rasulullah SAW. dan para Sahabat dicegah/dihadang oleh orang-orang Kafir Quraisy saat hendak menuju Baitullah/Ka’bah untuk melakukan ‘umrah, kemudian Rasulullah SAW. mengadakan perdamaian/perjanjian Hudaibiyah dengan orang-orang Kafir Quraisy, isi perdamaiannya (Hudaibiyah) yaitu: menyuruh Rasulullah SAW. (dan para Sahabat) untuk (‘umrah) menuju Baitullah/Ka’bah di tahun selanjutnya/tahun yang akan datang. Pada tahun berikutnya Rasulullah SAW. dan para Sahabat hendak melakukan ‘umrah qadha’ (umrah pengganti tahun sebelumnya yang belum dilakukan karena dicegah oleh orang-orang Kafir Quraisy), akan tetapi para Sahabat takut apabila orang-orang Kafir Quraisy tidak menepati/menghianati perdamaian/perjanjian Hudaibiyah yang telah disepakati bersama antara Rasulullah SAW; para Sahabat dan orang-orang Kafir Quraisy, serta mengusir dan memerangi Rasulullah SAW. dan para Sahabat di Masjidil Haram; Sedangkan para Sahabat membenci memerangi mereka pada bulan Haram. Maka Allah SWT. menurunkan ayat 190-193 surat Al-Baqarah tersebut
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa perintah membunuh orang kafir dalam surat Al-Baqarah ayat 190-193 di atas merupakan perintah untuk membela diri dari serangan orang-orang kafir yang membenci dan memusuhi serta mengancam keamanan orang-orang Muslim. Dan perintah tersebut diturunkan untuk umat pada saat itu yang berada pada masa perang di medan perang, tidak semata-mata perintah untuk umat Islam dimana pun berada meskipun tidak dalam keadaan perang maupun berada di medan perang.

Sesuai dengan perintah Allah tersebut diatas kita juga diperintahkan untuk tidak berlebihan dalam memerangi orang kafir, dan jika mereka berhenti dari memusuhi kita maka kita juga wajib untuk berhenti memerangi mereka, sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Penjelasan di atas Insya Allah dapat mencerahkan kita supaya tidak menelan ayat secara bulat-bulat dari makna harfiahnya saja, sekaligus merupakan bantahan terhadap kaum pembenci Islam yang sering menggunakan potongan ayat ini secara tidak utuh untuk memfitnah Islam.

Rasulullah Sebagai Teladan

SYEIKH Dr. Muhammad Hasan, berkata:
Aku berdiskusi dengan seorang pemuda yang keras (dalam ber-Islam):

Maka aku bertanya, “Apakah meledakkan Klub malam di suatu negara muslim halal atau haram?”
Dan dia menjawab, “Tentu saja halal, dan membunuh mereka pun diperbolehkan.”
Aku bertanya lagi, “Kalau kamu membunuh mereka yang bermaksiat ke mana mereka akan kembali?”
Dia menjawab, “Sudah pasti ke neraka.”
Lalu aku bertanya lagi, “Sedangkan ke mana tujuan syetan menggoda manusia?”
Dia menjawab, “Pasti ke neraka juga.”
Maka aku berkata padanya, “Berarti kalian bersekutu dengan syetan dalam satu tujuan yaitu menjerumuskan manusia ke dalam neraka!”

Dan aku berikan dia satu hadits Rasulullah SAW ketika ada jenazah orang Yahudi yang lewat di hadapannya kemudian Beliau menangis, maka para sahabat bertanya:
“Apa yang membuatmu menangis ya Rasulallah?” Beliau menjawab: “Aku telah membiarkan satu orang masuk neraka…”

Maka aku berkata lagi pada pemuda itu,
“Perhatikan perbedaan pola pikir kalian dengan Rasulullah SAW yang berusaha untuk memberikan hidayah kepada manusia dan menyelamatkannya dari siksa Api neraka? Kalian di satu lembah, sedangkan Rasulullah SAW dan Islam di lembah yang lain.”

Dalam riwayat lain ketika Rasulullah SAW berdakwah di Kota Thaif, masyarakat kota Thaif mengusir bahkan melempari Rasulullah dengan batu hingga terluka. Rasulullah SAW kemudian menghindar dan bersembunyi di kebun anggur milik salah satu orang kaya di Makkah, Rabiah. Kondisi tubuh Rasulullah sangat parah, dengan banyak sekali luka berdarah memenuhi tubuhnya.

Dalam kondisi sulit dan sedih, baik secara jasmani maupun rohani, Rasulullah menghadap Tuhannya dengan menyampaikan doa yang menambahkan keimanan, keyakinan dan keridhaan atas apa yang beliau alami karena berjuang di jalan Allah. Doa kenabian itu adalah;
"Ya Allah, kepada-Mu aku mengadu akan kelemahan dan ketidak berdayaanku dalam berhadapan dengan manusia. Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang, Engkau adalah Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapa Engkau serahkan aku? Apakah ke jarak yang jauh Engkau arahkan aku? Apakah kepada musuh Engkau serahkan urusanku? Jika Engkau tidak murka, maka aku tidak perduli. Akan tetapi pengampunan-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang menerangi kegelapan, urusan dunia dan akhirat menjadi baik berkat cahaya-Mu, dari murka-Mu dan kemarahan-Mu. Engkau berhak untuk mencela sampai Engkau ridha. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah."

Dari langit ketujuh, pertolongan Allah SWT datang kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT mengutus Jibril yang datang bersama malaikat gunung-gunung. Ia (Jibril) berkata, "Wahai Rasulullah, maukah engkau jika aku jatuhkan dua gunung kepada mereka? (Jika engkau mau, maka akan aku lakukan)."

Namun jawaban Nabi Muhammad SAW menunjukkan sikap yang luar biasa. Sikap yang menunjukkan akhlak yang luhur, kasih sayang dan kelembutan. Bahkan beliau tetap mengharapkan keislaman mereka, entah dalam waktu dekat atau dalam waktu yang lama. Beliau berkata:
"Aku justru berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang rusuk mereka generasi yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun."

Jibril pun urung melakukan apa yang telah ditawarkan kepada Rasulullah.

Beginilah akhlak Rasulullah SAW kepada orang-orang kafir, kasih sayangnya tak terbatas bukan hanya pada umat beliau, namun rahmat bagi sekalian alam.

Tidak Ada Ajaran “Bom Bunuh Diri” Dalam Islam

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang bunuh diri dengan benda tajam, maka benda tajam itu akan dipegangnya untuk menikam perutnya di neraka Jahanam. Hal itu akan berlangsung terus selamanya. Barang siapa yang minum racun sampai mati, maka ia akan meminumnya pelan-pelan di neraka Jahanam selama-lamanya. Barang siapa yang menjatuhkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka ia akan jatuh di neraka Jahanam selama-lamanya. (Shahih Muslim No.158)

Hadis riwayat Tsabit bin Dhahhak ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang bersumpah dengan agama selain Islam secara dusta, maka ia seperti apa yang ia ucapkan. Barang siapa yang bunuh diri dengan sesuatu, maka ia akan disiksa dengan sesuatu itu pada hari kiamat. Seseorang tidak boleh bernazar dengan sesuatu yang tidak ia miliki. (Shahih Muslim No.159)

Hadis riwayat Sahal bin Saad As-Saidi ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bertemu dengan orang-orang musyrik dan terjadilah peperangan, dengan dukungan pasukan masing-masing. Seseorang di antara sahabat Rasulullah saw. tidak membiarkan musuh bersembunyi, tapi ia mengejarnya dan membunuhnya dengan pedang. Para sahabat berkata: Pada hari ini, tidak seorang pun di antara kita yang memuaskan seperti yang dilakukan oleh si fulan itu. Mendengar itu, Rasulullah saw. bersabda: Ingatlah, si fulan itu termasuk ahli neraka. Salah seorang sahabat berkata: Aku akan selalu mengikutinya. Lalu orang itu keluar bersama orang yang disebut Rasulullah saw. sebagai ahli neraka. Kemana pun ia pergi, orang itu selalu menyertainya. Kemudian ia terluka parah dan ingin mempercepat kematiannya dengan cara meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedang berada di dadanya, lalu badannya ditekan pada pedang hingga meninggal. Orang yang selalu mengikuti datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Aku bersaksi bahwa engkau memang utusan Allah. Rasulullah saw. bertanya: Ada apa ini? Orang itu menjawab: Orang yang engkau sebut sebagai ahli neraka, orang-orang menganggap besar (anggapan itu), maka aku menyediakan diri untuk mengikutinya, lalu aku mencarinya dan aku dapati ia terluka parah, ia berusaha mempercepat kematian dengan meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedang berada di dadanya, kemudian ia menekan badannya hingga meninggal. Pada saat itulah Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya ada orang yang melakukan perbuatan ahli surga, seperti yang tampak pada banyak orang, padahal sebenarnya ia ahli neraka. Dan ada orang yang melakukan perbuatan ahli neraka, seperti yang tampak pada banyak orang, padahal ia termasuk ahli surga. (Shahih Muslim No.163)

Tidak Semua Orang Kafir Diperangi

Yang menjadi latar belakang atau motif jihad didasarkan pada antara lain Q.S. At-Taubah:13-15 dan An-Nisa: 75-76, yakni:
  1. Mempertahankan diri, kehormatan, dan harta dari tindakan sewenang-wenang musuh,
  2. Memberantas kedzaliman yang ditujukan pada umat Islam.
  3. Membantu orang-orang yang lemah (kaum dhu'afa), dan
  4. Mewujudkan keadilan dan kebenaran.

Imam Syafi'i mengatakan, jihad adalah "memerangi kaum kafir untuk menegakkan Islam". Juga, sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Atsir, jihad berarti "memerangi orang Kafir dengan bersungguh-sungguh, menghabiskan daya dan tenaga dalam menghadapi mereka, baik dengan perkataan maupun perbuatan".

Kewajiban jihad (berperang) tiba bagi umat Islam, apabila atau dengan syarat:
  1. Jika agama dan umat Islam mendapat ancaman atau diperangi lebih dulu (QS 22:39, 2:190),
  2. Jika umat dan agama Islam mendapat gangguan yang akan mengancam eksistensinya, serta untuk menegakkan kebebasan beragama (QS 8:39), dan
  3.  Jika hendak membela orang-orang yang tertindas (QS 4:75).

Simpulan
  1. Adanya dalil yang disalah artikan, hal ini dikarenakan pemahaman tentang ajaran islam  yang setengah-setengah. Tidak mengkaji secara tuntas asababun nuzul (bila Al-Qur’an), Asbabul Wurud (bila Al-Hadits) dan ilmu-ilmu lainnya yang mendukung ijtihad.
  2. Rasulullah SAW kasih sayang kepada semua golongan jin dan manusia baik muslim maupun kafir karena beliau rahmatan lil alamin, kita sebagai umat beliau wajib mencontoh akhlak beliau, bukan malah mencoreng ajaran beliau dengan kekerasan.
  3. Umat Islam berperang sebagai bentuk pembelaan terhadap agama, karena bila mereka tidak berperang maka agama islam akan hancur. Itupun harus memenuhi adab dalam berperang, seperti tidak menyakiti wanita dan anak-anak.
  4. Bunuh diri dalam islam dilarang dengan alasan apapun. Lalau bagaimana alasannya adalah berjihad dijalan Allah, seperti bom bunuh diri yang dilakukan teroris? Rasulullah SAW melaknatnya dan tempat kembalinya adalah neraka.
  5. Jihad harus memenuhi beberapa syarat dan ketentuan, tidak sembarangan.
  6. Membunuh orang kafirpun tidak diperbolehkan dalam Islam selama orang-orang kafir tersebut tidak memerangi islam apalagi membunuh saudara sesama muslim. Bagaimana dengan teroris yang melakukan bom bunuh diri di masjid dan membunuh orang-orang muslim? Apakah itu ajaran islam. Tentu saja mereka BUKAN Islam. Maka masihkah anda berfikir bahwa Islam itu adalah teroris?

Fakta Ilmiah Kenapa Berdoa di Dekat Kabah Lebih Cepat Makbul

Begitu banyak orang yang beranggapan bahwa akan terjadi begitu banyak keajaiban ketika kita berdoa di depan Ka`bah, doa-doa kita akan dikabulkan, perjalanan ibadah kita akan dipermudah dan sebagainya.

Penyair D. Zawawi Imron pernah berkata bahwa, “ibadah haji itu bukan misteri, bahkan tidak ada misterinya. Apa yang disebut misteri itu sesungguhnya merupakan ritual ibadah karena akal manusia memang belum sampai”.

Hal ini disampaikan sehubungan dengan berbagai cerita tentang keajaiban ibadah umroh dan haji. Bahwa kemudian banyak doa yang kemudian dikabulkan oleh Allah SWT apabila kita berdoa di depan Multazam, atau kemudahan-kemudahan lainnya selama kita tinggal di Mekkah dan Madinah

Berbagai Kejadian Aneh di Tanah Suci

Menurut Agus Mustofa, berbagai kejadian aneh yang terjadi selama orang menjalani ibadah di tanah suci itu sebetulnya dapat dinalar dengan logika.

Salah satu penyebabnya adalah faktor Ka’bah, di mana gerakan orang melingkar tawaf dalam sebuah medan gaya dapat menyebabkan munculnya energi yang sangat bermanfaat.

Putaran orang-orang yang melakukan tawaf mengelilingi Ka`bah ternyata menghasilkan energi gelombang elektromagnetik yang sangat besar, bersifat positif, dan mampu mengobati berbagai ketidak-seimbangan energi dalam tubuh manusia.

Dalam Kaidah Tangan Kanan yang terdapat dalam ilmu fisika dijelaskan, ”jika ada sebatang konduktor (logam) dikelilingi oleh listrik yang bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka di konduktor itu akan muncul medan gelombang elektro magnetik yang mengarah ke atas.”

Terkandung Aliran Listrik Dalam Tubuh Manusia

Menurut hasil penelitian, tubuh manusia sebenarnya mengandung aliran listrik dalam jumlah besar yang dibawa oleh milyaran bio-elektron, sehingga ketika ada jutaan manusia melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah, berkumpullah arus listrik yang sangat besar berputar-putar berlawanan dengan arah jarum jam mengitari Ka’bah. Hajar Aswad merupakan konduktornya, bahkan menjadi super konduktor.

Energi yang sangat besar pada Ka’bah itulah yang dapat diterima oleh jamaah Haji karena mereka sejak awal sudah membuka diri terhadap segala hal yang bakal terjadi selama menjalankan ibadah Haji.

Sebelum berangkat haji atau berumroh kita dihimbau untuk mengikhlaskan segala hal yang kita lakukan hanya untuk Allah SWT. Kita ikhlas meninggalkan keluarga dan harta kita di tanah air untuk bertamu ke rumah-Nya. Energi ikhlas dan kebaikan inilah yang berkumpul menjadi pusaran besar di atas Ka`bah

Besarnya pusaran medan magnet yang dihasilkan dari putaran manusia dengan poros Ka’bah, akan menyebar ke berbagai tempat di sekitarnya. Dan magnit itu akan tersebar luas, dibawa oleh orang-orang yang melakukan tawaf hingga menuju beberapa tempat yang dikunjungi jamaah.

Akibat dari putaran energi ini, jamaah Haji juga memiiki kepekaan yang sangat tinggi. Maka wajar jika doa yang dipanjatkan saat ibadah Haji mudah dikabulkan.

Selain Ka’bah, Nabi Ibrahim adalah manusia berhati lembut yang memiliki energi positif luar biasa, melalui karya-karyanya menyebarkan energi tersebut diantaranya melalui Ka`bah, Hajar Aswad yang dapat dianggap sebagai “pintu” masuk dan keluarnya energi Ka’bah, dan juga Multazam.

Ka'bah Ibarat Pemancar Radio Langsung Menuju Arasy


Seperti halnya penyiar radio atau pembaca berita yang sedang berbicara di depan mikrofon, suaranya bergerak melalui gelombang elektromagnetik.

Hal yang sama terjadi ketika berdoa di depan Multazam. Kekuatan doa itu menjadi berlipat-lipat kali karena terbantu oleh power yang sedemikian besar menuju Arasy Allah. Sehingga Ka`bah berfungsi seperti halnya pemancar radio yang memancarkan doa`doa kita ke Arasy, sehingga didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT. Inillah yang menjelaskan fenomena begitu banyak doa yang mustajab apabila dipanjatkan di tanah suci.

Namun keajaiban-keajaiban ini tidak akan terjadi bila hati kita tidak tergerak untuk bersikap rendah hati di hadapan Allah SWT, apabila kita tidak tergerak untuk memperbaiki ibadah kita yang masih bolong-bolong, masih jauh dari ikhlas dan sesuai tuntunan syar'i.

Dan untuk mereka yang belum mampu pergi umroh dan haji, tidak perlu berkecil hati bahwa doa`-doanya tidak dikabulkan Allah SWT. Tetaplah berdoa terutama di sepertiga malam, di saat gelombang elektromagnetik tidak sebanyak saat siang hari, sehingga doa kita untuk bersegera pergi umroh dan haji dikabulkan oleh Allah SWT. Aamiin.

Cara Mengecilkan Size Dokumen Pdf (Compress PDF File) Via Software atau Online

Sering kali kita kesulitan ketika mengupload file pdf ke website atau email karena ukurannya yang besar. berikut ini ada beberapa cara untuk mengecilkan file pdf
1. PDF COMPRESSOR
Sebenarnya program ini simpel banget, karena dia portabel (tanpa perlu install) dan mudah di download karena ukurannya kecil. bisa di download DISINI
Cara penggunaannya pun sangat mudah 
  1. Jalankan Free PDF Compressor.
  2. Pilih dan arahkan file PDF yang akan dikompres dengan cara menekan tombol Loa
  3. Pilih algoritma dan level kompresi sesuai dengan keinginan.
  4. Tekan Compress untuk melakukan kompresi. Pilih nama baru atau folder lain jika tidak ingin menimpa/mengganti file PDF asli.
  5. Setelah kompresi selesai dilakukan, Free PDF Compressor akan menampilkan ukuran file setelah dikompres
2. ORPALIS PDF

Penggunaan dari software ORPALIS PDF Reducer ini relatif mudah, hanya saja memang saat dijalankan pertama kali, maka opsi bawaannya yaitu membuka folder bukan dokumen atau file PDF. Untuk mengubah opsi ini, maka caranya mudah, yaitu dengan membuka menu Options, kemudian dari tab General, bagian ‘Input mode’ pilih Files Selection. Dengan begitu Kamu berarti memilih sumbernya yaitu dokumen PDF.

Pada homepage pada program ini nantinya pengguna dapat memasukan dokumen pdf pada tombol dibagian kanan isian Source, lalu atur juga isian Destination. Setelah itu tinggal klik tombol Start Batch, dengan begitu proses kompresi PDF akan segera berjalan dan setelah selesai, poses biasanya tidak sampai satu menit, itu tergantung dari besarnya file PDF. 

Setelah itu akan ditampilkan informasi ukuran PDF hasilnya, dan ada informasi berapa persen ukuran PDF dikurangi dari ukuran sebelumnya / aslinya. Software ORPALIS PDF Reducer Free Edition ini cukup bagus dan dapat diandalkan, karena tidak menimbulkan suatu masalah. Mengecilkan atau kompresi ukuran file PDF bervariasi, sekitar 20% hingga 36%, dan besarnya itu juga tergantung konten dokumen PDF didalamnya dan juga pengaturan opsi sebelumnya.


Ada juga opsi yang lain yang dapat membuat ukuran file PDF menjadi jauh lebih kecil, buka saja pada menu Options, yang nantinya Kamu akan melihat opsi apa saja yang tersedia dalam melakukan kompresi dokumen PDF. Ukuran file dari software ini sekitar 15 MB, tidak terlalu besar.
Download softwarenya DISINI

3. NEEVIA

Web Neevia ini punya keunggulan, karena kita disajikan pilihan tipe compressed sesuai dengan yang kita inginkan, dari: Low Compression, High Image Quality (Tingkat kompres filenya kecil, tapi kualitas gambarnya bagus) sampai Maximum Compression, Very Low Image Quality (Tingkat kompresinya paling maksimal sehingga berdampak kepada kualitas gambar yang sangat rendah). Hasilnya lumayan efektif, file ukuran 2 MB menjadi seratusan KB.
3. SMALLPDF

Sebenarnya web ini cukup kondang.. Tapi setelah dicoba rata-rata file hanya dikecilkan 35% – 47%.
Berikut link web nya: http://compress.smallpdf.com/
4. COMPRESS-PDF

Kalau web ini hampir mirip seperti Small Pdf (tidak ada tingkatan kompresi yang kita inginkan), tapi bedanya disini tidak dicantumkan berapa persen file kita di kompresi? Setelah saya coba, tingkat kompresinya bagus, file ukurannya menjadi relatif kecil.
Ini link webnya : http://www.compress-pdf.co.uk/

Madinah Menyambut Rasulullah SAW


Kedatangan Rasulullah ke Madinah telah ditunggu-tunggu dengan penuh harap. Berita kedatangan Rasulullah SAW sudah terdengar di Madinah, tapi karena Rasulullah SAW tiga hari berada di Gua Thur dan tidak melalui jalan biasa, jadi orang tidak tahu kapan tepatnya Rasulullah SAW akan sampai. Tapi setiap hari orang-orang Madinah dan Saidina Mus’ab bin Umair menunggu-nunggu kedatangan manusia yang paling mulia disisi Tuhan yaitu Rasulullah SAW.
Saidina Mus’ab sudah mempersiapkan suasana untuk penyambutan Rasulullah SAW. Setiap hari setelah shalat subuh, orang-orang Madinah selalu beramai-ramai keluar ke pintu masuk Madinah untuk menunggu kedatangan Rasulullah SAW. Ketika tiba waktu zuhur, kembalilah mereka untuk pulang. Begitulah mereka setiap hari menunggu kedatangan Rasulullah SAW. Bahkan bukan orang islam saja yang menunggu, tetapi orang yahudi Madinah pun ikut menunggu ketibaan manusia paling mulia ini.
Kedatangan Rasulullah SAw bukan saja sebagai Nabi tetapi juga sebagai pemerintah dan pemimpin. Penyambutan kedatangan Rasulullah ini merupakan program besar di Madinah.Rasulullah tiba di Madinah pada tanggal 12 Rabiul Awal, hari Isnin. Pada hari itu seperti biasa orang Madinah menunggu kedatangan Rasulullah SAW sejak subuh sampai tengah hari. Ketika matahari sudah tinggi mereka mulai beranjak pulang dan besok akan datang lagi untuk menyambut kedatangan Rasulullah SAW.
Di saat mereka sudah mulai bubar, ada seorang Yahudi yang menunggu atas pohon kurma tiba-tiba menjerit dan memanggil seluruh orang Madinah. Dia berteriak ketika melihat dari kejauhan Rasulullah SAW dan Saidina Abu Bakar sedang menuju Madinah. Mereka pun kembali untuk menyambut kedatangan Rasulullah SAW. Mereka sangat gembira dan terharu. Abu Darda` Radhiyallahu anhu, salah satu yang menyaksikan peristiwa ini mengisahkan: “Aku tidak pernah melihat penduduk Madinah lebih bergembira dengan sesuatu sebagaimana kegembiraan mereka dengan kedatangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ”. [HR al-Bukhâri dalam al-Fath 
Mereka semua menyambut sambil bernasyid:
Thola ‘al badru ‘alaina min tsniyyatil wada’ …
(telah datang bulan purnama pada kami dari Tsaniyatil Wada’)

Pembebasan Kota Mekkah (Allahu Akbar)


Nabi Muhammad bersabda pada peristiwa Fathu Makkah : “Barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, ia akan aman, barang siapa yang menutup pintu rumahnya ia akan aman, dan barang siapa yang memasuki Masjidil Haram ia akan aman
A. Sebab-sebab peristiwa Fathu Makkah
Masa perjanjian Hudaibiyah digunakan Nabi Muhammad SAW. untuk menyebarkan Islam kepada raja-raja disekitar tanah Arab. Tanggapan raja-raja pun beragam ada yang menerima dan ada yang menolak dakwah Nabi Muhammad SAW. Selama masa perjanjian Hudaybiyah pula dakwah Islam sudah menjangkau seluruh semenanjung Arab. Semua itu membuat keadaan kaum kafir Quraisy makin terpojok.
Diantara isi perjanjian Hudaybiyah adalah bahwa semua suku diperbolehkan bersekutu, baik itu dengan kaum muslimin maupun dengan kaum Quraisy.  Kaum muslimin bersekutu dengan bani Khuza’ah sementara kaum Quraisy bersekutu dengan bani Bakar. Karena suatu permasalahan bani Bakar menyerang bani Khuza’ah, mereka membunuh beberapa orang dari bani Khuza’ah dan menghancurkan desa mereka. Keadaan semakin parah ketika suku Quraisy membantu bani Bakar. Tindakan tersebut jelas melanggar isi perjanjian Hudaibiyah.
Bani Khuza’ah mengadukan hal tersebut kepada Nabi Muhammad SAW. Mendengar hal tersebut, Nabi Muhammad segera meminta kaum muslimin melakukan persiapan guna menakhlukkan kota Makkah. Mendengar itu, kaum Quraisy merasa gentar. Nabi Muhammad menyampaikan tiga pesan kepada kaum Quraisy, yaitu :
  1. Kaum Quraisy membayar diyat (denda)
  2. Kaum Quraisy memutuskan persekutuan dengan bani Bakar
  3. Kaum Quraisy menyatakan perjanjian Hudaybiyah tidak berlaku lagi.
Kaum Quraisy akhirnya memilih pilihan ketiga. Akan tetapi kaum Quraisy segera menyadari kekeliruannya, mereka segera mengirim Abu Sufyan ke Madinah untuk memperbaharui pilihan mereka. Akan tetapi usaha mereka sia-sia.
B. Kemenangan Kota Makkah
Pada bulan Ramadhan tahun 8 H, Kaum muslimin berhasil mengumpulkan 10.000 tentara.  Menjelang Fathu Makkah pemimpin Quraisy yaitu Abu Sufyan menyatakan diri memeluk Islam. Sebagai penghormatan pada peristiwa Fathu Makkah Nabi Muhammad bersabda : Barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, ia akan aman, barang siapa yang menutup pintu rumahnya ia akan aman, dan barang siapa yang memasuki Masjidil Haram ia akan aman”.
Kaum yang melawan ketika peristiwa fathu Makkah adalah kaum Ikrimah da Sufyan. Selebihnya penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam. Nabi Muhammad sama sekali tidak merasa dendam terhadap penduduk Makkah. Sebaliknya Nabi Muhammad memaafkan seluruh kesalahan penduduk Makkah pada masa lalu.
Nabi Muhammad memasuki Makkah dari arah atas. Beliau dan seluruh kaum muslimin bersyukur atas kemenangan yang diraih kaum muslimin. Nabi Muhammad SAW. segera memasuki Masjidil Haram, serta menghancurkan berhala-berhala yang ada disekeliling ka’bah yang berjumlah 360 berhala. Setelah itu Nabi Muhammad membacakan surat al-Isra’ ayat 81 yang berbunyi : “Kebenaran sudah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”. (QS. Al-Isra’/17: 81).
Adapun Faktor-faktor yang membuat kaum muslimin berhasil menakhlukkan kota Makkah adalah :
  1. Hilangnya pengaruh Yahudi. Hal ini disebabkan suku-suku Yahudi, Bani Qainuqa, Bani Nadir dan Bani Quraizah dihukum oleh Nabi Muhammad SAW. karena membelot. Sebelumnya, mereka adalah pembantu utama kaum Quraisy.
  2. Kaum Muslimin makin berpengaruh dalam segala seni kehidupan bangsa Arab
  3. Tidak ada lagi suku lain yang bersedia membantu kaum Quraisy dalam menghadapi kaum muslimin
  4. Kondisi kaum Quraisy semakin melemah setelah pemuka-pemuka mereka masuk Islam. Seperti Khalid bin Walid dan Amru bin As.
Berikut Video Fathu Mekkah dari Film Ar Risalah:


Gambaran 3D Raudhah dan Maqam Rasulullah SAW


Allahummasolli 'Ala Sayyidina Muhammad
Saat ini banyak beredar gambar-gambar palsu maqam Rasulullah SAW, bahkan kita tidak mengetahui bagaimana bentuk maqam Rasulullah SAW yang sebenarnya yang berada di bawah kubah hijau Masjid Nabawi. untuk menghindari penyimpangan gambar dan berita yang beredar maka kita perlu menyimak gambaran 3D Maqam Rasulullah berikut ini:


Free Download Qasidah Marhaban ya Ramadhan oleh Abah Guru (KH. Zaini bin Abdul Ghani) Sekumpul Martapura

Marhaban Ya Ramadhan...
Ramadhan adalah bulan pendidikan (Syahru At Tarbiyah), karena pada bulan ini orang-orang beriman dididik untuk berlaku disiplin dengan aturan-aturan Allah SWT dan Rasul-Nya. Secara fisik, Allah mendidik untuk disiplin dalam mengatur pola makan. Secara psikis, Allah mendidik untuk berlaku sabar, jujur, menahan amarah, empati dan berbagi kepada orang lain, dan sifat-sifat luhur lainnya. Dan secara fikri, Allah mendidik agar orang-orang beriman senantiasa bertafakkur dan mengambil pelajaran-pelajaran yang bermakna bagi kehidupannya.
Ramadhan adalah bulan perjuangan (Syahru Al Jihad), karena untuk sukses menjalani Ramadhan dibutuhkan perjuangan yang tidak ringan. Allah hendak mengajarkan bahwa untuk sukses dalam kehidupan pun dibutuhkan perjuangan, yaitu mengendalikan hawa nafsu agar tunduk dan patuh dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya.
Ramadhan adalah bulan Qur’an (Syahru Al Qur’an), karena Al Qur’an pertama kali diturunkan pada Ramadhan. Sepatutnyalah pada bulan ini, interaksi kaum muslimin dengan Al Quran menjadi sangat intens sebagaimana dicontohkan oleh generasi salaf yang mencurahkan waktu demikian banyak pada bulan Ramadhan untuk berinteraksi dengan Al Quran, baik dengan membaca, mentadabburi, dan mengamalkan kandungan-kandungan isinya.
Ramadhan adalah bulan persaudaraan (Syahru Al Ukhuwwah). Pada bulan ini Allah mendidik kaum muslimin untuk lebih mencintai dan peduli terhadap saudara-saudaranya. Rasulullah Saw mengajarkan dengan ringan bersedekah di bulan ini, memberi makanan bagi orang yang berpuasa, menunaikan zakat, dan membuang dengki dan sifat-sifat buruk terhadap saudaranya.
Ramadhan adalah bulan ibadah (Syahru Al ‘Ibadah). Dalam bulan ini Allah membuka peluang bagi hamba-hamba-Nya untuk beribadah (mahdhoh) sebanyak-banyaknya, karena pada bulan ini pahala ibadah dibalas dengan berlipat ganda. Allah SWT mendidik kaum muslimin untuk merealisasikan misi hidup dengan senantiasa beribadah kepada Allah SWT. Target keimanan yang diharapkan adalah hamba-hamba yang selalu mengorientasikan hidup untuk beribadah, sebagaimana firman Allah: Katakanlah: "Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (Al An’aam 6:162-163).
Allah SWT berfirman, "Katakanlah (wahai Muhammad SAW) Dengan Datang-nya Anugerah Allah Dan Rahmat-Nya, Maka Dengan Itu Hendaknya Mereka Bergembira" (QS Yunus 58)
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa yang senang dengan datangnya bulan Ramadhan (karena iman dan Allah), maka diharamkan jasadnya masuk ke dalam api neraka".
Dan ada juga Sabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang berpuasa ramadhan dengan menjaganya dengan segenap kemampuannya, maka diampunilah seluruh dosanya yang telah lalu" (HR Bukhari & Muslim)

Sebagai refleksi dari kerinduan dan kecintaan kita akan datangnya bulan ramadhan maka perkenankan penulis membagikan link download qasidah  "Marhaban ya Ramadhan" dari abah guru sekumpul. Semoga kita bisa disampaikan ke bulan Ramadhan. Dan semoga kita bisa memanfaatkan bulan Ramadhan untuk taqarrub ilallah. Amiiin...
Berikut Link Downloadnya:

 
Support : Copyright © 2015. Putra Martapura Blog - All Rights Reserved
Proudly powered by M. Firdaus Habibi
.comment-content a {display: none;} -->