Imam Ibnu Hazm dalam kitabnya
Al-Ihkam menjelaskan bahwa kepala negara (khalifah) berkewajiban untuk memenuhi
sarana pendidikan, sistemnya dan orang-orang yang di gaji untuk mendidik
masyarakat. Jika kita melihat sejarah kekhalifahan Islam, kita akan melihat
begitu besarnya perhatian para khalifah terhadap pendidikan rakyatnya. Demikian
pula perhatian terhadap nasib para pendidiknya.
Imam Ad-Damsyiqi telah menceritakan sebuah riwayat dari Al-Wadliyah bin Atha’ yang menyatakan bahwa di kota Madinah pernah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak. Khalifah Umar bin Khatab memberikan gaji kepada mereka masing-masing sebesar 15 dinar. Satu dinar emas setara dengan 4,25 gram emas. Jika sekarang satu gram emas seharga Rp. 487.500,- (www.antam-gold.com, 10 Mei 2012), maka gaji seorang pendidik yang diberikan oleh Daulah Khilafah pada 13 abad senilai Rp. 31.000.000,-. Sungguh merupakan angka yang fantastis, apalagi jika dibandingkan dengan saat ini, dimana masih banya guru honorer yang satu bulannya hanya mendapatkan Rp. 300.000,-.
Sementara disisi lain, kekayaan yang didapat dari hasil mengeruk sumber daya alam di negeri-negeri kaum muslimin, justru banyak dihab iskan oleh para pengusa untuk berfoya-foya.
(By: Radar Banjarmasin)
Imam Ad-Damsyiqi telah menceritakan sebuah riwayat dari Al-Wadliyah bin Atha’ yang menyatakan bahwa di kota Madinah pernah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak. Khalifah Umar bin Khatab memberikan gaji kepada mereka masing-masing sebesar 15 dinar. Satu dinar emas setara dengan 4,25 gram emas. Jika sekarang satu gram emas seharga Rp. 487.500,- (www.antam-gold.com, 10 Mei 2012), maka gaji seorang pendidik yang diberikan oleh Daulah Khilafah pada 13 abad senilai Rp. 31.000.000,-. Sungguh merupakan angka yang fantastis, apalagi jika dibandingkan dengan saat ini, dimana masih banya guru honorer yang satu bulannya hanya mendapatkan Rp. 300.000,-.
Sementara disisi lain, kekayaan yang didapat dari hasil mengeruk sumber daya alam di negeri-negeri kaum muslimin, justru banyak dihab iskan oleh para pengusa untuk berfoya-foya.
(By: Radar Banjarmasin)
Kesalahan kita..
BalasHapusKita selalu terpaku pada slogan "GURU ADALAH PAHLAWAN TANPA TANDA JASA"
jadi sampai saat ini pun jasa guru tak pernah dihargai.
Sungguh ironis sekali....!!!!
subhannallah...
BalasHapusnice post
http://radiokotamartapura.blogspot.com/
Assalamualaikum.wr.wbr. salam silaturrahim, mau tanya apa masih membutuhkan tenaga pengajar pondok pesantren martapura kalsel, rencana Insya Allah mau masuk. sukron.Ust. Syam Bdr,M.Pd.I NoHp.085395447640
Hapusseimbangkan hak dan kewajiban,,, keadilan bukan hanya berlaku untuk orang lain tapi juga untuk diri sendiri... ktika kita menuntut hak, namun seyogyannya kita pun sbagai seorang guru harus terus meningkatkan apa dan bagaimana kewajiban kita dalam meningkatakan kwalitas profesional kita sebagai seorang guru,, semoga semuanya menjadi sebuah ksadaran kolektif dalam membangun kesadaran bebangsa trutama dalm mslh pndidikan...
BalasHapusThanks buat posting inspiratif-nya.
BalasHapusmasya allah. matur nuwun infonya
BalasHapus