Artikel TerbaruSelamat Datang di Putra Martapura

Habib Ali Al Habyi Bertemu Rasulullah SAW

Habib Anis Cucu Habib Ali Al Habsyi
Alhabib 'ali alhabsyi : syeikh ibrohim almatbuli datang kepada umminya, dan berkata pada umminya , ...''ummi, aku melihat Kanjeng nabi shallallaahu 'alaihi wasallam dalam mimpi. ''maka umminya berkata '' wahai anakku, yang disebut laki -laki itu adalah orang yang bertemu kanjengnabi dalam keadaan yaqdzah/ terjaga bukan dalam mimpi, ''kemudian beliau datang lagi pada umminya, lalu berkata syeikh ibrahim, '' ummi sesungguhnya aku melihat kanjengnabi dalam keadaan terjaga, '' maka umminya berkata '' sekarang kau telah laki-laki ''
 
semoga kita di rizqikan ketemu kanjeng nabi walau dalam mimpi....

Kisah di atas mengingatkan kita akan didikan seorang ummi (ibu) yang telah melahirkan seorang waliyullah yakni Al habib ali bin muhammad bin husein al habsyi, lihatlah cerita di bawah ini :

Didikan Ibunda Al Imam Al Arifbillah Al Qutb Al-Habib ‘Ali Bin Muhammad Bin Husein Al-Habsyi Ra (Shohibul Maulid simthud dhuror). Untuk Mencintai Nabi SAW.

Di waktu umur Habibana ‘Ali bin Muhammad al-Habsyi 7 tahun, ibunda beliau memanggil beliau dan berkata, “Yaa ‘Ali, engkau mau dapat ridho ku tidak di dunia dan akhirat..?” “Iya, ya ummii..” Jawab beliau. “Kalau engkau mau dapat ridlo dariku, ada syaratnya..!!” Kata ibunda Habib ‘Ali. “Apa syaratnya, ummi..??”. “Hmm. Engkau harus bertemu dengan datukmu, Rasulullah SAW.” Jawab ummi beliau.

Habib ‘Ali al-Habsyi yang masih kecil bingung. Dia tidak mengetahui bagaimana cara untuk bertemu dengan datuknya. Mulailah beliau mencari tahu dan belajar dengan guru-gurunya. Pergilah beliau ke salah satu tempat majelis Ulama, kemudian dia berkisah tentang permasalahannya­ untuk mendapat ridho ibunya dengan cara seperti tadi. Lalu gurunya berkata, “Yaa ‘Ali, kalau engkau ingin bertemu dengan Rasulullah SAW maka engkau harus mencintai Beliau SAW dahulu dan tak akan ada rasa cinta jika engkau tak kenal dengan yang di cinta.”

Belajarlah beliau tentang sejarah Baginda Nabi SAW. Tidak hanya itu, setiap orang alim yang ada selalu di tanya tentang masalah ini. Walhasil, banyaklah guru beliau. Ada yang berkisah kalau guru beliau mencapai ribuan orang.


Syaikhuna Al Alimul 'Allamah Al 'Arif Billah Syekh Zaini bin Abdul Ghani Menyambut Habib Anis Al Habsyi (Cucu Habib Ali Al Habsyi Sohibul Maulid) saat Baru Tiba di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin

Nah.. seiring waktu berjalan, bertambahlah umur beliau sampai mencapai usia kurang lebih 20 tahun, beliau akhirnya bermimpi bertemu datuknya SAW. Begitu terbangun dari tidurnya, beliau langsung memberitahu ibunya.
“Yaa ummii… ‘Ali sudah bertemu Baginda Rasulullah SAW.” Kata al-Habib ‘Ali sambil menangis haru. Tetapi, apa jawab ibunda beliau..!!!??
“Yaa ‘Ali, dimana engkau bertemu Beliau?”
“Di dalam mimpiku, Ummii.” Kata al-Habib ‘Ali.
“Yaa ‘Ali, pergi engkau dari hadapanku. Engkau bukan anakku…!!!!”

Menangislah beliau… Keinginan hati untuk menyenangkan sang ibu pupus sudah.
Dalam kegelisahannya,­ beliau kembali bertanya kepada guru-gurunya, namun tak satupun dapat menjawabnya. Mengapa ibu beliau justru marah setelah mendapat laporan beliau tentang mimpinya.
Pada suatu malam beliau kembali bermunajah untuk dapat bertemu datuknya SAW. Larut dalam tangisan tengah malam, al-hasil tidurlah beliau. Dan al-Hamdulillah beliau kembali bertemu dengan datuknya SAW.
“Yaa Jiddy (Kakek ku), Yaa Rosul Allah SAW.. Anakmu ini ingin menanyakan tentang perihal ummii.” Kata al-Habib ‘Ali kepada Rosul Allah SAW.
“Duhai ‘Ali anakku, sampaikan salamku kepada ibumu..” Jawab Rasulullah SAW di dalam mimpinya al-Habib ‘Ali.

Begitu bangun, beliau langsung mengetuk pintu kamar umminya sambil menangis tersedu-sedu.

“Duhai Ummii, anakmu telah bertemu lagi dengan Baginda Rosul Allah SAW dan Beliau kirim salam kepada Ummii.” Kata al-Habib ‘Ali.
Tiba-tiba dari kamar, ibunda beliau keluar dan berkata,
“Yaa ‘Ali, kapan dan dimana engkau bertemu datukmu SAW..??” Tanya ibunda al-Habib ‘Ali
“Aku bertemu beliau di dalam mimpiku.” Jawab al-Habib ‘Ali dengan tangisan yang tak putus-putus. “Pergi dari hadapanku ya ‘Ali…!!! Engkau bukan anakku.
Jawabnya. Jawaban sang ibu benar-benar meruntuhkan hati al-Habib ‘Ali. Kemudian pintu kamar ibunda al-Habib ‘Ali al-Habsyi tertutup lagi, meninggalkan beliau seorang diri.

Maqam Habib Anis bin Alwi bin Ali Al Habsyi di Solo
Esok harinya beliau mengadu kembali kepada guru-gurunya namun tak satupun dari mereka yang dapat menenangkan hati beliau. Semakin hari kegelisahannya semakin menjadi-jadi, setiap detik setiap saat beliau terus-terusan mengadu dan bermunajah serta bertawajjuh kepada Allah dan Rosul Allah SAW. Tibalah suatu malam, beliau hanyut jauh ke dalam lautan munajah dan mahabbah yang amat sangat dahsyat kepada Nabi SAW. Kemudian beliau sujud yang sangat lama, tiba-tiba dalam keadaan sujud beliau mendengar suara yang lemah lembut,
“Yaa ‘Ali, angkat kepalamu..!!! Datukmu ada di mata zhohirmu.” Begitu al-Habib ‘Ali al-Habsyi mengangkat kepalanya seraya membuka kedua pelupuk matanya perlahan-lahan,­ bergetarlah seluruh tubuh Habibana ‘Ali. Beliau menangis dan berkata,
“Marhaba bikum Yaaa Jiddii, Yaa Rasulullah..”
Ternyata sosok tersebut adalah Rasulullah SAW berada di hadapan al-Habib ‘Ali. Kemudian Rosul Allah SAW berkata, “Duhai anakku, sampaikan salamku kepada ummi mu dan katakan kepadanya kalau aku menunggunya di sini..!!”
Seolah-olah gempa. Bergetar sekujur tubuh al-Habib ‘Ali al-Habsyi, beliau merangkak ke kamar ibundanya.
“Yaa ‘Ummi, aku telah bertemu kembali dengan Rosul Allah SAW dengan mata zhohirku dan Beliau menunggu Ummi di kamar ‘Ali..”
Ibunda beliau membuka pintu kamarnya seraya berkata, “Ini baru anakku engkau telah mendapat ridlo dari ku.”
Masya Allah.. Inilah didikan dari seorang ibu kepada anaknya untuk mencintai Rosul Allah SAW......

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيّدنامُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سيّدنا مُحَمَّدٍ

Sumber

Istri Tak Berguna


Seorang suami mengeluh karena merasa capek... capek dan capek. kesellll aja bawaanya. Ia terlalu capek bekerja sendirian dan ingin agar isterinya membantu mencari nafkah sebab selama ini menurutnya, Ia merasa isterinya itu Tidak Bekerja dan tidak berguna karena tidak bisa menghasilkan pemasukan tambahan" hingga akhirnya si suami ini pergi untuk konsultasi.

Berikut tanya jawab antara seorang suami (S) dan Psikolog (P).

P : Apakah pekerjaan pak Bandy?
S : Saya bekerja sebagai akuntan di sebuah Bank.
P : Isteri Bapak?
S : Dia tidak bekerja. Hanya ibu rumah tangga saja.
P : Setiap pagi siapa yang menyediakan sarapan?
S : Isteri saya menyediakan sebab dia tidak bekerja.
P : Jam berapa isteri bangun untuk menyediakan sarapan?
S : Sebelum Subuh dia sudah bangun karena sebelum membuat sarapan dia beres-beres rumah dulu dan juga mencuci pakaian.
P : Anak-anak pak Bandy ke sekolah bagaimana?
S : Isteri saya yang mengantar sebab dia tidak bekerja.
P : Selepas mengantar anak-anak, apa yang selanjutnya isteri Bapak lakukan?
S : Pergi ke pasar, kemudian kembali ke rumah untuk memasak dan membereskan jemuran. Isteri kan tak bekerja.
P : Petang hari selepas pak Bandy pulang ke rumah, apa yang Bapak lakukan?
S : Beristirahat, karena seharian saya capek bekerja.
P : Lalu apa yang isteri Bapak lakukan?
S : Mijitin badan saya yang pegel-pegel, Sediakan makanan, melayani anak, menyiapkan makan untuk saya dan membereskan sisa-sisa makanan dan bersih-bersih lalu lanjut menidurkan anak-anak.
P: Pak Bandy. coba perhatikan, Menurut anda siapa yang lebih banyak bekerja?

Rutinitas seharian isteri Anda dimulai dari sebelum pagi sehingga lewat malam masih juga dikatakan TIDAK BEKERJAAAA???? Apakah Bapak tidak berpikir kesitu???

Pak, dengarkan baik-baik penjelasan saya. Ibu Rumah Tangga memang tidak memerlukan segulung ijazah, pangkat atau jabatan yang besar, tetapi peranan IBU RUMAH TANGGA sangatlah penting Pak ! dari sini, Justru Istri Anda yang lebih banyak bekerja daripada anda sendiri. Seharusnya Bapak bersyukur punya istri demikian, bukan mengganggapnya ISTRI TAK BERGUNA !!!!"

Jleb !!!!! seperti tertohok oleh pernyataan Psikolog, si Suami baru Menyadari kekeliruannya. ternyata anggapan dia selama ini keliru dan salah besar. Ia jadi terharu akan kerja keras istrinya. Ia langsung berpamitan pulang dan buru-buru menemui istrinya untuk meminta ma'af. Ketika sampai rumah, terlihat sang istri sedang memasak untuk makan malam. Si suami pun lalu mendekatinya dan memeluknya dari belakang sambil berkata " lagi masak apa istriku sayang "

" iiih apaan sih papa? Tumben mesra kayak gini? Mandi dulu ah pah ."

" hehe iya, iya ! Mah, maafin papa ya? Selama ini papa sepertinya kurang perhatian. Mmuah" sambil mengecup kening sang istri dan langsung berlalu begitu saja untuk segera membersihkan diri..
Si istri pun jadi terheran-heran, baru aja mau ngomong, eh si suami sudah pergi duluan.

"tumben suamiku hari ini lain seperti biasanya"
gumamnya dalam hati.

Tak terasa airmata menetes, ia merasa terharu atas perubahan suaminya. Biasanya pulang kerja suka marah-marah atau mengeluh tentang pekerjaan. Tapi kali ini suaminya justru bersikap mesra. Ia memang benar-benar merindukan suasana mesra seperti awal-awal menikah dulu

14 Kemuliaan Wanita Muslimah yang Sedang Hamil


  1. Apabila seorang perempuan mengandung dalam rahimnya, maka beristighfarlahpara malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan. 
  2. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin atau melahirkan, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang berjihad di jalan Allah SWT. 
  3. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, hilanglah dosa²nya seperti keadaan ia baru dilahirkan.
  4. Apabila telah lahir anaknya lalu disusuinya, maka bagi ibu itu setiap setegukan dari pada susunya diberi 1 kebajikan.
  5. Apabila semalaman si ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.
  6. Rakaat shalat wanita yang sedang hamil adalah lebih baik dari pada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.
  7. Wanita yang memberi minum air susu (ASI) kepada anaknya dari dirinya sendiri akan mendapat 1 pahala pada tiap² tetes susu yang diberikannya.
  8. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anaknya yang sakit akan diampunkan oleh Allah SWT seluruh dosanya dan bila ia menghibur hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadah.
  9. Wanita yang hamil akan dapat pahala terus berpuasa pada siang hari.
  10. Wanita yang hamil akan dapat pahala terus beribadah pada malam hari.
  11. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa, serta setiap kesakitan pada 1 uratnya Allah SWT mengkurniakan 1 pahala haji.
  12. Sekiranya wanita mati di masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dianggap sebagai mati syahid. 
  13. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2,5 tahun), maka malaikat² dilangit akan kabarkan berita bahwa syurga wajib baginya. 
  14. Jika wanita memberi susu dirinya pada anaknya yang menangis, Allah SWT akan memberi pahala 1 tahun shalat dan berpuasa

Nasehat Alam Kubur


  1. Aku adalah tempat yg palinggelap di antara yang gelap, maka terangilah aku dengan TAHAJUD
  2. Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlahaku dengan ber SILATURAHIM. 
  3. Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca AL-QUR'AN.
  4. Aku adalah tempatnya binatang-binatang yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,
  5. Aku yang menyepitkanmu hingga hancur bilamana tidak Solat, bebaskan sempitan itu dengan SOLAT.
  6. Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan PUASA.
  7. Aku adalah tempat Munkar& Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimat"LAILAHAILALLAH"

Kisah Nyata Burung Ababil


ABABIL, burung yang memporak-porandakan tentara Abrahah
Pernahkah Anda mendengar burung yang bernama Ababil? Jika Anda seorang muslim sejati pasti tidak asing lagi terhadap nama burung yang satu ini. Ia bukan jenis burung yang spesiesnya ada di dunia, bukan pula jenis burung yang penciptaannya untuk melengkapi keindahan dunia. Akan tetapi dia (Ababil) sengaja di ciptakan Allah untuk menghancurkan kesombongan, keserakahan dan arogansi seorang panglima perang yang paling ditakuti pada masanya itu.

Dialah Abrahah, panglima perang negeri Yaman yang amat termahsyur karena kebengisan dan kekuatan pasukannya. Akan tetapi, sekuat apa pun bala tentara manusia, tidak akan pernah sanggup melawan kekuatan bala tentara Allah. Bala tentara Allah itu salah satunya adalah Ababil.

Inilah kisah yang sangat mengerikan itu, kisah yang terjadi pada masa sebelum kelahiran Nabi Muhammad, Rasul akhir zaman. Kisah ini bermula ketika Abrahah merasa iri terhadap kota Mekkah yang yang di dalamnya terdapat ka'bah atau Baitullah yang selalu ramai dikunjungi oleh orang-orang Arab yang hendak melakukan ibadah haji setiap tahun. Pada masa Jahiliah, tata cara ibadah haji tidak seperti pada masa Islam sekarang ini, dan tujuannya pun bukan untuk menyembah Allah, melainkan berhala-berhala sembahan mereka yang terdapat di sekitar ka'bah.

Ia mempunyai hasrat yang besar ingin menghancurkan ka'bah dan mengalihkan peribadatan orang-orang Arab ke Yaman, yaitu sebuah gereja besar yang didirikan oleh Abrahah. Sebelum melakukan penyerangan ke Mekkah, ia terlebih dahulu mengirimkan seorang utusan untuk memberi tahu maksud dan keinginannya. Utusan itu menganjurkan bagi penduduk Mekkah agar mereka beribadah haji di Yaman saja. Jika tidak, maka Ka'bah akan dihancurkan. Rupanya ancaman utusan Abrahah tidak di hiraukan oleh penduduk Mekkah, mereka tetap saja beribadah di Mekkah.

Karena pembangkangan penduduk Mekkah, akhirnya Abrahah benar-benar marah dan memerintahkan seluruh pasukannya untuk segera bersiap-siap menyerang Mekkah dan menghancurkan Ka'bah. Pasukan Abrahah ini memiliki peralatan perang yang sangat lengkap, baju besi dan gajah-gajah yang akan di pergunakan untuk merobohkan ka'bah. Apalah arti kekuatan manusia bila berhadapan dengan gajah-gajah!! Sungguh amat kuat, tapi saksikanlah, sebentar lagi bala tentara Allah yang jauh lebih kuat dari pasukan Abrahah akan menghancurkan Abrahah dan pasukannya tanpa sisa. Abrahah memberitahukan tujuan penyerangannya bukan bermaksud ingin berperang, melainkan hanya ingin menghancurkan Ka'bah. Kala itu penduduk Mekkah yang dipimpin oleh Abdul Muthallib tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghentikan niat Abrahah. Tidak ada pilihan lain kecuali pasrah dan menyerah.

Beberapa saat sebelum penghancuran Ka'bah, Abrahah memberi waktu kepada seluruh penduduk Mekkah untuk segera meninggalkan Mekkah dan mengungsi. Abdul Muthollib menginstruksikan kepada kaumnya untuk segera berlindung dan mengungsi dibalik bukit-bukit disekitar Mekkah.

Ada kisah tersendiri mengenai Abdul Muthallib dan Abrahah. Dalam perjalanan ekspansi pasukan Abrahah menuju penghancuran Ka'bah, ternyata Abrahah telah merampas unta-unta milik penduduk Mekkah dan sekitarnya, termasuk unta milik Abdul Muthollib. Maka dengan amat murka, kakek Nabi ini memberanikan diri untuk meminta kembali unta-unta yang dirampas Abrahah. Demi untuk mendapatkan kembali harta bendanya,Muthallib pun mengunjungi tenda peristirahatan Abrahah seorang diri tanpa pengawalan. Dan dialog pun terjadi di antara mereka.

"Ada perlu apa Anda menemui aku?" tanya Abrahah. "Anda telah merampas 200 ekor unta milikku dan 400 ekor unta milik penduduk Mekkah. Aku datang untuk meminta Anda mengembalikan semua itu kepada kami", jawab Muthallib. Abrahah terkejut dan tertawa terbahak-bahak sambil mengejek, "Anda ini aneh sekali. Saya datang hendak merobohkan Ka'bah, dan Anda datang kepadaku dengan urusan yang remeh? Dimanakah nyali dan harga diri Anda? Pantaskah Ka'bah yang Anda dan bangsa Arab yang dimuliakan itu sedang dalam keadaan bahaya, justru Anda hanya menuntut onta Anda dikembalikan??"

"Tentu saja", sanggah Mutthalib. "Unta-unta itu kepunyaanku dan penduduk Mekkah. Maka aku wajib memeliharanya. Sedangkan Ka'bah bukan kepunyaanku. Ka'bah adalah kepunyaan Allah, maka Dia-lah yang akan melindungi dan memeliharanya".

Kembali Abrahah tertawa terbahak-bahak seolah melecehkan perkataan Abdul Muthallib, "Apakah Allah yang konon pemilik Ka'bah itu akan mampu merintangiku menghancurkannya?"

"Aku tidak tahu, itu urusan Allah. Tapi aku yakin, Allah tidak akan membiarkan milik-Nya dinodai oleh siapa pun."

"Jadi Anda tidak ingin memintaku untuk menghentikan niatku menghancurkan Ka'bah?"
Abdul Muthallib menggelengkan kepala, "Tidak!."

Jawaban yang tenang dan meyakinkan dari Abdul Muthallib membuat Abrahah tidak tenang. Namun dia tidak peduli dengan kerisauannya. Meski hatinya di dera rasa was-was dan risau, namun Abrahah tetap melanjutkan niatnya dan segera memerintahkan anak buahnya untuk mengembalikan unta-unta bangsa Arab, kemudian menyelesaikan misinya yaitu menghancurkan Ka'bah.

Detik-detik penghancuran pun tiba, Abrahah dan pasukan bergajah nya mulai mendekati Ka'bah. Abrahah merasa yakin bahwa dia akan dapat menghancurkan Ka'bah dengan sangat mudah. Namun apa yang terjadi selanjutnya?? Kekuasaan dan pertolongan Allah pun tiba. Di awali dengan enggan nya gajah-gajah tersebut menyentuh Ka'bah, seolah-olah gajah-gajah itu tahu bahwa sebentar lagi mereka akan mengalami nasib tragis dan mengerikan.

Benar saja, gerombolan burung-burung Ababil yang berjumlah, ratusan, ribuan, bahkan mungkin jutaan telah melayang-layang tepat di atas mereka. Jumlah burung sebanyak itu bagaikan kumpulan awan hitam pekat yang mengandung petir dahsyat yang siap menyambar musuh-musuh Allah.

Di antara paruh-paruh dan kaki-kaki Ababil itu terdapat bara api yang sangat panas yang berasal dari kerikil-kerikil neraka. Apa yang dilakukan Ababil? Ternyata bara api itu mereka jatuhkan tepat di objek sasarannya,yaitu musuh Allah, Abrahah dan pasukannya. Satu per satu mereka dihujani bara api. Satu bara api yang sebesar kerikil itupun mampu melelehkan kulit-kulit tentara Abrahah dan menghanguskan tubuh-tubuh mereka dan hancurlah mereka sebelum mereka berhasil menghancurkan Ka'bah.

Demikianlah kisah Ababil dalam sejarah. Dan kisah tersebut benar-benar nyata. Tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa hikmah yang terkandung di dalamnya. Kisah tersebut mengajarkan kita untuk meyakini bahwa kekuasaan Allah dan kekuatan-Nya sangat besar dan tak terkalahkan. Yakinlah bahwa pertolongan Allah itu sangat dekat terhadap hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan sabar dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Renungkan lah.. Wallahu'alam..

Perbedaan Gaya Hidup Pemimpin di Zaman Rasulullah SAW dan Pemimpin di Zaman Sekarang

Pakaian Rasulullah SAW yang sangat sederhana, beginilah pakaian seseorang makhluk yang paling mulia

Gaya hidup sederhana adalah ciri penampilan Rasulullah SAW, seorang yang bukan hanya nabi, tetapi beliau juga seorang pemimpin tertinggi dalam negara Madinah.

Kalau mau diukur-ukur, sebenanya Rasulullah SAW bukan termasuk orang miskin dan tidak punya, sebaliknya beliau seharusnya termasuk jajaran orang paling kaya di Madinah. Sebab menurut sebuah analisa, beliau punya hak 20% dari setiap harta rampasan perang yang didapat. Sebagaimana ayat tentang khumus berikut ini:

Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Anfal: 41)

Seperlima atau 20% itu sangat banyak, apalagi diambil dari harta rampasan perang atas penaklukan. Tentunya nilainya sangat besar dan halal, karena memang telah ditetapkan langsung oleh Allah SWT.

Logikanya, kalau seandainya Rasulullah SAW mau tampil keren, baju mahal, rumah mentereng, isterinya yang banyak itu semua dipakaikan gelang emas sebesar pelek becak, bisa-bisa saja dan sah-sah saja. Wong duitnya duit dia sendiri, halal pula. Urusan orang lain pada hidup miskin, kan perlu proses.

Tapi tidak…

Beliau tidak pernah tampil keren dengan baju yang mahal. Beliau justru merasa lebih nyaman untuk tampil seadanya. Toh, tampil sederhana dan seadanya, tidak akan membuat orang menghina dan atau merendahkannya. Dan musuh-musuh beliau tidak pernah menyerang beliau dari sisi kemiskinan dan kesederhanaan. Pembangkangan kaumnya bukan karena beliau miskin dan tampil sederhana.

Sudah bukan hal yang aneh kalau beliau pernah kelaparan berbulan-bulan, sampai harus mengganjal perutnya dengan batu. Coba pikirkan, seumur-umur kita jadi rakyat miskin di Indonesia, rasanya kalau sampai harus mengganjal perut dengan batu karena lapar, rasanya kok belum pernah kan ya?

Tapi itulah Muhammad SAW, seorang kepala negara yang di tangannya ada kekuasaan tertinggi di seluruh jazirah Arabia. Tapi dapurnya pernah tidak mengepulkan asap selama tiga bulan.

Lalu ke mana hartanya yang seabrek-abrek itu, kenapa tidak dibuat untuk mensejahterakan dapurnya? Jawabnya bahwa harta itu meski menjadi haknya, tapi tidak pernah sampai ke rumahnya. Semua kembali diserahkan kepada fakir miskin. Dan isteri-isteri beliau ridha akan hal itu.

Jadi cerita nabi kelaparan cari makan ke sana kemari, sudah menjadi pemandangan sehari-hari semasa hidupnya. Bayangkan, pernah beliau pagi-pagi ke rumah Aisyah kelaparan minta makan. Namun sama dengan suaminya, Aisyah pun tidak punya makanan.

Aneh juga ya, masak seorang kepala negara dengan wilayah yang membentang begitu luas dan kekayaan yang tak terhingga, sampai bisa kelaparan di pagi hari. Minta makan kepada isterinya, ternyata juga tidak punya makanan. Akhirnya beliau SAW pun berpuasa. Subhanallah.

Gaya hidup sederhana ini, karena dilakukan langsung oleh seorang kepala negara, pastinya akan menurun kepada para pejabat di bawahnya.

Sebut saja khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu. Beliau adalah penakluk tiga imperium besar dunia: Romawi, Persia dan Mesir. Logika sederhana, wajar dong sebagai kepala negara yang menguasai wilayah yang sedemikian luas, setidaknya punya baju lebih dari satu.

Tapi hampir tidak masuk di logika kita hari ini. Seorang Umar bisa-bisanya punya pakaian hanya satu potong saja, itu pun lengkap dengan asesoris 40 tambalannya.

Lengkap sudah keagungan agama Islam, bukan hanya teori saja, tetapi memang langsung dipraktekkan oleh para pemimpinnya. Meski kemegahan dunia dan kekayaan ada di tangan, tapi sama sekali tidak dicintainya. Mereka lebih suka tampil sederhana, bahkan terlalu sederhana.

Seorang utusan dari negeri Romawi ketika menemukan sang Khalifah tertidur di bawah pohon tanpa pengawal, sontak menyebutkan ungkapan jujur dan tercatat dengan tinta emas sejarah, “Anda telah berbuat adil, maka anda hidup dengan aman, dan anda bisa tidur nyenyak.”

Kalau yang hidup sederhana itu Abu Hurairah yang memang ahli suffah, mungkin kita masih bisa berpikir wajar. Tapi kalau seorang pemimpin level tertinggi, bisa sampai hidup sesederhana ini, maka kita pun harus berpikir ulang, kenapa mereka melakukan itu? Apakah Islam mengharamkan pejabat hidup dengan hasil keringat mereka? Apakah Islam mengharamkan kita menikmati kekayaan yang halal?

Jawabnya sederhana. Menikmati kekayaan hasil keringat sendiri memang halal dan sah. Namun ketika seorang diberi amanah untuk mengurus umat, meski memang ada jatah gaji baginya, namun nampaknya para pendahulu kita sejak awal sudah menjauhi fitnah bagi dirinya.

Ternyata hidup enak dengan berbagai fasilitas yang sah dari negara itu tidak banyak bermanfaat, bahkan fitnah dengan mudah masuk. Bukankah Utsman bin Al-Affan itu sudah kaya jauh sebelum beliau menjadi khalifah? Bukankah beliau menikmati kekayaan miliknya yang sudah dimilikinya jauh sebelum beliau mendapatkan jabatan? Bukankah memang beliau sudah kaya jauh sebelum dilahirkan orangtuanya?

Tetapi kita tahu dalam sejarah, ada begitu banyak tuduhan dan fitnah keji yang dilontarkan kepada sosok beliau, dan salah satunya adalah hidup bermewah-mewah. Kita tahu bahwa hal itu tidak betul, karena itu hanya kerjaan orang-orang yang memusuhi.

Tapi munculnya fitnah harta bagi khalifah Ustman memang ada dan tidak bisa dipungkiri. Dan cukup menjadi masalah juga bagi beliau. Walau pun kita sepakat bahwa khalifah Ustman tidak bersalah dalam hal ini. Namun tetap saja gaya hidup seorang yang kaya dengan fasilitas dan harta, cukup merepotkan.

Pejabat di Zaman Kita


Lalu bagaimana dengan pejabat kita? Bukankah mereka kebanyakan masih miskin sebelum menerima suatu jabatan?

Dan bagaimana bila sekarang ini mereka punya rumah mewah, tanah, kapling, apartemen, mobil bermilyar, satpam bejibun, pembantu dan deposito?

Padahal awalnya mereka hidup kere, hidup ngontrak di rumah petak sempit, tiap bulan dikejar-kejar pemilik rumah untuk bayar kontrakan. Bahkan tidak sedikit yang hidupnya masih numpang di rumah mertua.

Tapi kini dengan jabatan itu, mereka bisa hidup layak berkecukupan. Punya mobil mewah yang berjejer di garasi, yang bukan ukuran rakyat biasa. Rumah sudah di real estate, isterinya bolak balik shopping ke luar negeri. Umrah dan jalan-jalan ke mancanegara pakai uang rakyat. Dan semua itu didapat justru ketika dirinya diberi amanat untuk menjadi pejabat atau wakil rakyat.

Kuserahkan putriku padamu (Renungan Untuk Para Suami)



Saat pertama kali putri kecil kami terlahir di dunia, dia menjadi simbol kebahagiaan bagi kami, orang tuanya. Bahagia yang tiada tara kami rasakan karenanya. Kami menjaganya siang dan malam, sampai kami melupakan keadaan diri sendiri. Kami sadar, memang seharusnyalah seperti itu kewajiban orang tua.

Kami besarkan dia dengan segenap jiwa dan raga. Kami didik dengan semaksimal ilmu yang kami punya. Dan kami jaga dia dengan penuh kehati-hatian.

Dan waktupun berlalu...

Dia kini telah menjadi sesosok gadis yang cantik. Betapa bangga kami memilikinya. Kami berpikir, betapa cepat waktu berlalu, dan terbersit dalam hati kami untuk tetap menahannnya disini. Bukan bermaksud meletakkan ego kami atas hidupnya, Namun sebagai orang tua, siapa yang dapat berpisah dari anaknya. Putri kesayangannnya.

Tapi,...

Hari ini, akhirnya datang juga. Saat dimana kami harus melihatnya terbalut dalam pakaian cantik, yaitu gaun pengantinnya. Gadis kecil kami telah tumbuh dewasa. Dan sesudah ijab kabul ini, kau lah kini yang menjadi penjaganya. Menggantikan kami. Mari ikatkan tanganmu kepadanya.

Waktu akhirnya memaksa kami berpisah dengannya. Walaupun kau adalah orang yang asing dan baru sebentar dikenalnya, sedangkan kami adalah orang tuanya yang telah mengorbankan semua yang kami punya untuknya. Namun, tak ada sama sekali kemarahan kami atas dirimu, menantuku. Namun ijinkan kami sedikit meluapkan kesedihan atas seorang putri kami yang harus jauh meninggalkan kami, karena harus mengikutimu. Kamipun tak akan protes kepadamu, karena mulai hari ini, dia harus mengutamakan kau diatas kami.

Tolong, jangan beratkan hatinya, karena sebenarnya pun hatinya telah berat untuk meninggalkan kami dan hanya mengabdi kepadamu. Seperti hal nya anak yang ingin berbakti kepada orang tua, pun demikian dengannya. Kami tidak keberatan apabila harus sendiri, tanpa ada gadis kecil kami dulu yang selalu menemani dan menolong kami dimasa tua.

Kami menikahkanmu dengan anak gadis kami dan memberikan kepadamu dengan cuma- cuma, kami hanya memohon untuk dia selalu kau jaga dan kau bahagiakan.

Jangan sakiti hatinya, karena hal itu berarti pula akan menyakiti kami. Dia kami besarkan dengan segenap jiwa raga, untuk menjadi penopang harapan kami dimasa depan, untuk mengangkat kehormatan dan derajat kami. Namun kini kami harus menitipkannya kepadamu. Kami tidaklah keberatan, karena berarti terjagalah kehormatan putri kami.

Jika kau tak berkenan atas kekurangannya, ingatkanlah dia dengan cara yang baik, mohon jangan sakiti dia, sekali lagi, jangan sakiti dia.

Suatu saat dia menangis karena merasa kasihan dengan kami yang mulai menua, namun harus sendiri berdua disini, tanpa ada kehadirannya lagi. Tahukah engkau wahai menantuku, bahwa kau pun memiliki orang tua, pun dengan istrimu ini. Disaat kau perintahkan dia untuk menemani orang tuamu disana, pernahkah kau berpikir betapa luasnya hati istrimu? Dia mengorbankan egonya sendiri untuk tetap berada disamping orang tuamu, menjaga dan merawat mereka, sedang kami tahu betapa sedih dia karena dengan itu berarti orang tuanya sendiri, harus sendiri. Sama sekali tiada keluh kesah darinya tentang semua itu, karena semua adalah untuk menepati kewajibannya kepada Allah.

Dia mementingkan dirimu dan hanya bisa mengirim doa kepada kami dari jauh. Jujur, sedih hati kami saat jauh darinya. Namun apalah daya kami, memang sudah masa seharusnya seperti itu, kau lebih berhak atasnya dari pada kami, orang tuanya sendiri.

Maka hargailah dia yang telah dengan rela mengabdi kepadamu. Maka hiburlah dia yang telah membuat keputusan yang sedemikian sulit. Maka sayangilah dia atas semua pengorbanannya yang hanya demi dirimu. Begitulah cantiknya putri kami, Semoga kau mengetahui betapa berharganya istrimu itu, jika kau menyadari.

Beberapa Keajaiban Allah dalam Tubuh Manusia

Allah subhanahu wata'ala menunjukkan pada kita di dunia berbagai macam keajaiban yang terlihat baik secara langsung ataupun tidak langsung, entah itu disadari ataupun tanpa kita sadari sama sekali, Keajaiban Allah subhanahu wata'ala telah ada dari sejak zaman dahulu kala, bukan hanya diluar (yang dapat kita lihat secara kasat mata, didalam tubuh kita pun terdapat tanda-tanda kebesaran Allah subhanahu wata'ala, Allah Subhanahu Wata'ala Berfirman dalam surahnya : 

"Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan" (QS. Ar-Ra'd 13:3)

Beberapa Keajaiban Dalam Tubuh Manusia
Contoh didalam tubuh kita terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah SWT di antara lain :

1. Lafadz Allah di jemari kita

Sadar atau tidak sadar Allah hadir dalam hidup kita, bahkan di tunjukkan dalam tangan kita [sperti gambar disamping kiri] Lafads Allah terdapat di jemari kita, sungguh ini adalah salah satu tanda kekuasaan Allah yang mungkin tak sempat terfikirkan oleh kita.






Beberapa Keajaiban Allah dalam Tubuh Manusia
2. Asmaul Usnah dalam Telapak Tangan


Jika kita perhatikan secara seksama gambar disamping, maka kita kan temukan 2 angka dalam bahasa arab yakni ١٨ dan ٨١ yang jika dijumlah hasilnya 99, ٨١ = 81 dan ١٨ = 18, Jumlah Asmaul Husna (Nama-nama Allah SWT) yang terdapat dalam Al Quran berjumlah 99 dan penjumlahan angka Romawi diatas adalah 99, Subhanallah.


Asmaul Husna

Sungguh banyak tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada dalam tubuh kita, dan yang terakhir saya ulas dalam postingan ini adalah "Sujud yang dilakukan otak kita"

Beberapa Keajaiban Allah dalam Tubuh Manusia
Beberapa Keajaiban Allah dalam Tubuh Manusia













Subhanallah, mirip... bahkan organ terpenting kita pun mirip dengan orang yg sedang dalam sholatnya (Sujud). Wallahu Alam

Ternyata Budha Adalah Nabi yang Selama Ini Kita Kenal dengan Nama Nabi Dzulkifli?



Di kitab Injil (perjanjian lama) nabi dzulkifli disebut nabi Ezekiel [Ezekiel 1:3]

Ternyata Sidharta Buddha Gautama adalah seorang muslim, mari kita telaah bukti-buktinya:
  1. Menurut Abu’l Kalam Azad (seorang Urdu scholar), Sang Buddha (Buddha Shakyamuni) yang dikenal sebagai guru suci bagi umat Buddha tidak lain adalah Nabi Zulkifli as, yg dalam Al-Quran disebut sebagai Nabi yg mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi, dan sangat baik. Dalam bahasa Arab Zulkifli sendiri berarti “orang yg berasal dari Kifl”. Sedangkan Kifl itu sendiri, masih menurut Kalam Azad, merupakan nama Arab untuk Kapila (singkatan dari Kapilavastu). 
  2. Buddha Maitreya yang dikenal dalam agama Buddha sebagai “Buddha yang akan datang” menurut beberapa analisa tidak lain adalah Nabi Muhammad saw. Dalam kitab Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III, 76 bisa ditemui: “There will arise in the world a Buddha named Maitreya (the benevolent one) a holy one, a supreme one, an enlightened one, endowed with wisdom in conduct, auspicious, knowing the universe“.

SIAPAKAH NABI ZULKIFLI?

Zulkifli bermaksud sanggup menjalankan amanah raja. Menurut cerita, raja di negeri itu sudah lanjut usia dan ingin mengundurkan diri daripada menjadi pemerintah, tetapi beliau tidak mempunyai anak.

Justeru, raja itu berkata di khalayak ramai:”Wahai rakyatku! Siapakah antara kamu yang sanggup berpuasa pada waktu siang dan beribadah pada waktu malam. Selain itu, sentiasa bersabar ketika menghadapi urusan, maka akan aku serahkan kerajaan ini kepadanya.”

Tiada seorang pun menyahut tawaran raja itu. Sekali lagi raja berkata:”Siapakah antara kamu yang sanggup berpuasa pada waktu siang dan beribadah pada malamnya serta sanggup bersabar?”

Sejurus itu, Basyar dengan suara yang lantang menyatakan kesanggupannya. Dengan keberanian dan kesanggupan Basyar melaksanakan amanah itu beliau diberi gelaran Zulkifli.

Baginda juga adalah nabi yang cukup sabar seperti firman Allah, bermaksud:
“Ismail, Idris dan Zulkifli adalah orang yang sabar dan Kami beri rahmat kepada semua karena mereka orang yang suka bersabar.”

SIAPAKAH SIDDHARTHA GAUTAMA?

Pada akhir abad ketujuh S.M. (tahun 623 S.M.), lahirlah seorang yang bernama Siddhartha Gautama di bandar Kapilavastu/Kapilavathu (Kapil, lidah Arab menyebut Kafil @ Kafli). Siddhartha Gautama merupakan putera kepada Raja Suddhodana dan Permaisuri Maha Maya. Raja Suddhodana dari keturunan suku kaum Sakyas, dari keluarga kesastrian dan memerintah Sakyas berdekatan negeri Nepal. Manakala Permaisuri Maha Maya pula adalah puteri kepada Raja Anjana yang memerintah kaum Koliya di bandar Devadaha.

Sebelum kelahiran Buddha: Permaisuri bermimpi dibawa oleh 4 orang dewa ke sebuah gunung yang tinggi. Kemudian, permaisuri melihat seekor gajah putih yang cantik. Pada belalai gajah itu terdapat sekuntum bunga teratai. Gajah mengelilinginya 3 kali sebelum masuk ke dalam perut permaisuri.

MAKSUD ISTILAH BUDDHA

Dalam agama Buddha, perkataan Buddha bermaksud ‘seorang yang bijaksana’ atau ‘dia yang mendapat petunjuk’. Kadang kala istilah ini digunakan dengan maksud ‘nabi’. Gautama Buddha pernah menceritakan kedatangan seorang Antim Buddha. Perkataan Antim bermaksud ‘yang terakhir’ dan Antim Buddha bermaksud ‘nabi yang terakhir’ (Antim terakhir yang dimaksudkan ialah Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir). Pada saat kematian Gautama Buddha, beliau memberitahu perkara ini kepada pengikut setianya bernama Ananda.

Makna “Nabi” dalam bahasa Arab (berasal dari kata naba yang berarti “dari tempat yang tinggi”; karena itu orang ‘yang di tempat tinggi’ dapat melihat tempat yang jauh). Nabi dalam bahasa Arab sinonim dengan kata Buddha sebagaimana yang difahami oleh para penganut Buddha. Sinonimnya pengertian ini dapat diringkaskan sebagai “Seorang yang diberi petunjuk oleh Tuhan sehingga mendapat kebijaksanaan yang tinggi menggunung”.

RINGKASAN KISAH SIDDARTHA GAUTAMA

Kelahiran Bodhisatta (Bodhisattva, bakal Buddha atau bakal mencapai Pencerahan) pada tanggal 623 S.M. pada bulan purnama Vesak. Selepas sahaja Bodhisatta dilahirkan, Permaisuri Maha Maya mangkat selepas tujuh hari melahirkan anak.

Pada hari kelahiran Bodhisatta telah disadari secara ghaib oleh seorang tua yang sedang bertapa di kaki gunung Himalaya yang digelar Asita Bijaksana (nama asalnya Kala Devala). Asita bergegas ke istana pada keesokannya untuk melihat dan menilik putera Raja Suddhodana.

Asita mendapati terdapat 32 tanda utama dan 80 tanda kecil menunjukkan Bodhisatta bakal menjadi Manusia Agung dan Guru Agung kepada manusia dan dewa-dewa (i.e. Jin dan Malaikat, kelemahan umat Hindu dan Buddha ialah tidak dapat bedakan antara Jin dan Malaikat yang keduanya dipanggil DEWA-DEWA).
Asita menangis karena sedih tidak sempat mendengar ucapan dan pengajaran Buddha di masa akan datang, beliau kemudian berlutut tunduk hormat kepada bayi Bodhisatta.

Kenyataan terakhir Asita ialah Bodhisatta hanya akan menjadi salah satu dari dua yaitu sekiranya ia kekal membesar dalam istana dia akan menjadi Maharaja Agung manakala kalau dia berjaya lari dari istana maka dia akan menjadi Mahaguru Agung.

Upacara menamakan putera raja diadakan pada hari kelima selepas Boddhisatta dilahirkan. Pada akhir majlis itu, 108 orang bijaksana memutuskan nama yang sesuai untuk putera raja iaitu SIDDHARTHA GAUTAMA yang membawa maksud ‘Cita-Cita Terkabul’.

Siddhartha kemudian membesar di istana dan belajar kepada seorang guru istana bernama Sirva Mitra. Beliau menjadi pelajar yang luar biasa pintar dan mahir dengan ilmu ketenteraan. Yang menjadi keheranan kepada orang disekeliling dan gurunya ialah sifat Siddharta yang sensitif terhadap penganiayaan hingga tidak ada seorang pun yang beliau lihat menganiaya binatang kecuali mencegahnya serta merta.

Malah beliau sangat bersedih melihat para petani berkerja keras membajak tanah dibawah terik matahari menyebabkannya lari ketempat lain ke sebuah pohon (Tiin-Bodhi) dan duduk di sana secara bertafakur (samadhi) untuk membuang stress.

PERSAMAAN NABI ZULKIFLI DENGAN SIDDARTHA GAUTAMA

Maka berbalik kepada maudhu’ perbahasan, benarkah Buddha itu disebut dalam Al-Qur’an? Sebenarnya tidak ada kata-kata “Buddha” dalam Al-Qur’an, namun menurut Dr. Alexander Berzin bahawa terdapat catatan para sejarawan dan peneliti yang mengaitkan beberapa ayat Al-Qur’an dengan Sang Buddha, yaitu pada maksud ayat;

“Demi (buah) Tin (fig) dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”(At-Tin 95 : 1)

Beliau menjelaskan bahwa buah Zaitun melambangkan Jerusalem, Isa a.s. (Jesus, Kristian). Bukit Sinai melambangkan Musa a.s. dan Yahudi. Kota Mekah pula menunjukkan Islam dan Muhammad SAW.
Manakala pohon Tin (fig) pula melambangkan apa?
Tin (fig) = Pohon Bodhi

Pohon Bodhi adalah tempat Buddha mencapai Pencerahan Sempurna. Al-Qasimi di dalam tafsirnya berpendapat bahawa sumpah Allah SWT dengan buah tin yang dimaksud ialah pohon Bodhi. Prof. Hamidullah juga berpendapat sama dengan al-Qasimi bahawa perumpamaan pohon (buah) tin (fig) di dalam Al-Qur’an ini menunjukkan Buddha itu sendiri, maka dari sinilah mengapa sebahagian ilmuan Islam meyakini bahawa Buddha telah diakui sebagai nabi di dalam agama Islam.

Manakala Hamid Abdul Qadir, seorang sejarawan abad ke-20 mengatakan dalam bukunya Buddha Yang Agung: Riwayat dan Ajarannya (Arab: Budha al-Akbar Hayatuh wa Falsaftuh), menjelaskan bahawa Buddha adalah nabi Dhul-Kifl, yang bererti “ia yang berasal dari Kifl”. Nabi Dhul-Kifl @ Zulkifli disebutkan 2 kali dalam Al-Qur’an:

“Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.” (Al-Anbiya’ 21: 85).
“Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.” (Shad 38 : 48).

KESIMPULAN

“Kifl” adalah terjemahan Arab dari Kapilavastu (Kapil), tempat kelahiran Bodhisattva (Buddha). Hal ini juga yang mungkin menyebabkan Mawlana Abul Azad seorang ahli teologi Muslim abad ke-20 turut menekankan bahawa Dhul-Kifl dalam Al-Qur’an boleh jadi adalah Buddha.

Dalam sejarah Islam, Nabi Zulkifli a.s. adalah antara nabi yang mempunyai cerita yang paling sedikit dibicarakan. Hal ini mungkin menjadi faktor kepada sebahagian ulama’ menyamakan watak Dzul-Kifli dalam Al-Qur’an dengan Buddha yang secara kebetulan banyak persamaan sekiranya disuaikan.

Yang menarik perhatian saya ialah mengenai surah at-tin (the fig). Allah berfirman mengenai pohon/buah tin, Pohon/buah zaitun, bukit sinai dan kota mekah. Mekah dikaitkan dgn Nabi Muhammad s.a.w., Bukit Sinai dengan Nabi Musa, zaitun dengan Nabi Isa a.s., dan siapa pula dikaitkan dengan buah atau pohon tin? Dikatakan dalam sejarah bahawa Gautama Buddha duduk bawah pohon tin. Kalau ikut istilah islam, dia dapat wahyu masa duduk bawah pohon tersebut. Ikut tulisan orang Buddhist, dia dapat ilham masa duduk bawah pohon tersebut.

Bila Allah berfirman :“Wattiini wazaitun. watuurisinina wahazal baladil amin.”
Allah menyebut perihal Nabi-Nabi-Nya. Tiin (Nabi Zulkifli-Buddha), Zaitun (Nabi Isa a.s), Siniina- bukit Sinai (Nabi Musa) dan Baladil amin -Tanah yang aman dan selamat (Mekah)- Nabi Muhammad saw. ia ikut urutan, hebatnya Qur’an sebagai kalimat Tuhan susunan sejarah riwayat Nabi-Nya. Mari kita sama-sama fikirkan. HANYA ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI.

7 Tanda Menjadi Ibu yang Luar Biasa


Apakah kamu laki-laki atau wanita, tentulah memiliki seorang ibu. Dan tahukah kalian bahwa ibu kita mungkin bukan sosok yang sempurna.

Namun dia adalah ibu terbaik yang dianugerahkan Tuhan untuk kita.
Suatu hari kita akan menjadi ibu dari anak-anak kita.
Cinta kasih dan rasa ayang ibu kepada anak-anaknya tiada duanya di dunia ini.
Ketiadaannya sangatlah dirindukan, percayalah.


Berikut 7 Tanda Menjadi Ibu yang Luar Biasa

1. Sumber Cinta dan Kasih Sayang
Tahukah Anda mengapa Anda selalu bisa menangis mengingat kedua orang tua Anda, terutama ibu? Air mata itu akan terasa saat hati Anda bereaksi terhadap sesuatu. Ibu adalah sumber segala cinta dan kasih sayang.. Ibu menyentuh hati Anda dengan cinta dan kasih sayang yang tulus dari dalam hatinya dan air mata Anda akan mengalir begitu saja saat mengingat tentang sosok ibu Anda.

2. Ibu Bangun Dari Jam 3 Pagi

Banyak ibu yang masih bangun pukul 3 atau 4 pagi dan memulai semuanya di kala seluruh anggota keluarga masih tidur. Ibu seringkali diingat dengan hal ini. Seorang ibu selalu sudah bangun di pagi buta untuk menyiapkan sarapan dan keperluan semua orang di rumah meski ia harus memangkas waktu dandannya sendiri.

3. Kejujuran Tulus
Ibu adalah sumber kejujuran dan tempat mengutarakan kejujuran. Ibu tak akan bohong lewat kasih sayangnya bahwa anak-anak dan keluarganya begitu berharga sehingga ia merawat mereka sepenuh hati. Ibu tempat berkeluh kesah dan orang yang akan mengajari kita kejujuran. Seburuk apapun
kenyataan yang Anda miliki, ibulah tempat berpulang menyampaikan segala kebenaran.

4. Omelan-nya Berkualitas
Ibu dalam tiap gerak-gerik dan bahasanya mungkin tak luput dari kesalahan. Bila Anda merasa ibu terlalu bawel, cerewet, sering marah-marah, coba lihat lagi bagian mana yang tidak mengandung kasih sayang dan perhatian pada Anda. Omelannya mengandung kekhawatiran bahwa Anda akan mengalami bahaya atau jatuh ke dalam hal yang tak semestinya.

5. Sahabat Terbaik
Ibu adalah sahabat bagi anak-anaknya. Mungkin Anda termasuk anak yang tidak mudah dekat dengan orang tua, namun ibu Anda akan selalu siap menjadi sosok yang mendengarkan dan mendekatkan diri pada Anda. Ibu bisa menjadi teman belanja Anda, sekaligus pemberi saran untuk membeli pakaian yang cocok untuk Anda.

6. Guru Serba Bisa
Seluruh ibu setelah memiliki anak, sepertinya sudah dilengkapi dengan perangkat otomatis di mana mereka akan membantu anak-anaknya memahami dunia dan hidup ini. Baik teori maupun praktek, ibu Anda akan mengajarkan banyak hal pada anak-anaknya. Langkah Anda yang tegap hari ini, adalah berkat kesabarannya menuntun Anda ketika mencoba berdiri di atas kaki Anda sendiri saat kecil.

7. Memberi Dukungan

Ibu mungkin tak membolehkan Anda melakukan sesuatu, tapi semua ibu punya cara untuk mendukung anak-anaknya. Jangan remehkan sarapan Anda pagi ini. Mungkin itu adalah bentuk dukungannya pada Anda setelah Anda berkeluh kesah beberapa hari lalu keluh kesah anda, pendidikan atau bahkan pekerjaan.

Masa Tuhan Bisa Mati? dan Anthony Pun Masuk Islam

ANTHONY Vatswaf Galvin Green lahir Dar es Salam, Tanzania. Ibunya seorang Katolik yang taat dan ayahnya seorang agnostik, dan sejak kecil Anthony dididik sebagai seorang Katolik yang taat.

Ayahnya seorang administrator kolonilal kerajaan Inggris. Kini, kerajaan yang terbentang begitu luasnya lebih dari sepertiga permukaan bumi itu telah hancur. Satu-satunya yang tersisa adalah beberapa pulau di Falklands. Begitu banyak hal yang berubah, termasuk Antony, bahkan namanya kini berubah menjadi Abdur Raheem Green—setelah ia masuk Islam tentunya.

Oleh ibunya, Anthony kecil adiknya, Duncan disekolahkan di asrama biara. Setiap hari ia hidup bersama para biarawan di Ampleforth College, di Yorkshire, Inggris Utara. Sang ibu menganggap dengan bersekolah di asrama akan membuat Anthony menjadi penganut Katolik yang taat.

“Seharusnya ibu juga menikah dengan seorang Katholik, tapi karena ibu menikah dengan ayah yang agnostik, ia merasa menjadi seorang penganut Katolik yang buruk. Maka, ia ingin menjadikanku seorang Katolik yang taat,” terang Anthony.

Saat Anthony berumur sembilan tahun, sang ibu mengajarinya sebuah doa yang biasa diucapkan oleh umat Katholik. Doa itu dimulai dengan kalimat “Salam maria, ibu Tuhan”. Namun, kalimat itu membuat Anthony heran.  Bahkan dalam usianya yang baru sembilan tahun, kalimat itu seperti pukulan pertama, mendengar ibu berkata salam maria ibu Allah

“Aku kemudian bertanya pada diri sendiri bagaimana Tuhan bisa memiliki ibu?” katanya. Ia berpikir Tuhan seharusnya tanpa awal dan tanpa akhir. Bagaimana bisa Tuhan memiliki seorang ibu? Anthony kecil kemudian mengambil kesimpulan “jika Maria adalah ibu Tuhan, maka pasti Maria menjadi Tuhan lebih baik daripada Yesus.”

Belum lagi soal pelajaran di sekolahnya yang semakin membuatnya galau. Di sekolah, dalam satu kali setahun selalu ada pengakuan dosa kepada pastor. “Kamu harus mengakui semua dosa, jika tidak maka pengakuan dosa-dosamu tidak akan diampuni,” demikian kata sang pastur yang terus diingat oleh Anthony.
Anthony merasakan keimanannya semakin bermasalah. Pikirannya mulai liar, ia bahkan memiliki ide “Tuhan menjadi manusia”.

Pikirannya mulai terbuka. Ia sering bertanya mengapa harus sekolah di asrama, jauh dari siapapun dan dimanapun. Saat berusia sebelas tahun, sang ayah dipindah tugaskan ke Mesir. Ayahnya menjadi General Manager Barclays Bank di Kairo. Hampir selama sepuluh tahun, ia selalu menghabiskan waktu liburan di Mesir. Sekolah di London, dan liburan di Mesir.

Ia mulai jatuh cinta pada Mesir. Saat kembali ke sekolah seusai liburan, ia bertanya untuk apa kembali ke asrama Yorkshire Moor, ia merasa tak menyukai tempat itu. “Saya mulai bertanya pada diri sendiri mengapa saya ada, apa tujuan hidup saya, hidup ini untuk apa?”

Ia lantas mulai mencari jawaban, memulai pecarian. Pencarian itu barangkali bisa ditemukan melalui agama lain yang mungkin bisa memberikan  pemahaman tentang tujuan hidup.

Sepuluh tahun waktu yang di ia habiskan di Mesir. Ada satu masa saat ia berumur 19 tahun berbincang tentang Islam dengan seseorang. Ia memang meragukan Katholik sebagai agamanya. Tapi saat itu siapapun yang mempertanyakan agamanya itu, ia akan tetap membela keimanannya. Ia merasakan ini sebagai sebuah paradoks yang aneh.

“Aku berbincang dnegan orang itu selama 40 menit. Pemuda itu memintaku menjawab beberapa pertanyaan darinya,” katanya.

Si pemuda menanyakan “Apakah kau mempercayai Yesus?”, Anthoni menjawab “Ya”. Pemuda itu kemudian bertanya lagi, “Apakah kamu percaya Yesus mati disalib?”, Anthoni kembali menjawab “Ya.” Si pemuda kembali bertanya “Jadi kamu percaya Tuhan mati?”.

Seketika Anthony terperangah, menyadari sebuah ironi. Sambil mengakui kebodohan dirinya, ia menjawab, “Tentu saja saya tidak percaya Tuhan mati. Manusia tidak bisa membunuh Tuhan,” tandas Anthony.

Pertemuan dengan pemuda Mesir itu menjadi titik balik dalam kehidupan Anthony. Sebelumnya ia tak pernah bermimpi bahkan memikirkan tentang Islam. Anthony berpikir bahwa karena taka da agama, maka ia harus jadi orang kaya.  Ia berpikir bagaimana menghasilkan uang tapi hanya sedikit usaha. “Siapa yang ingin mengabiskan banyak waktu untuk bekerja?” pikirnya. Ia mengingat orang Inggris yang memiliki banyak uang tapi mereka bekerja terlalu keras, bahkan sampai terjadi revolusi industri. Orang Amerikapun harus berjuang keras untuk menjadi kaya. Orang Jepang pun dikenal sebagai penggila kerja.

“Kemudian saya berpikir tentang orang Arab. Mereka duduk di atas unta dan berteriak ‘Allahu Akbar’, tapi mereka kaya,” ujarnya.
Anthoni merasakan ketertarikan luar biasa untuk membeli Alquran. Ia mengambil terjemahannya. “Aku tak ingin mencari kebenaran. Aku hanya ingin tahu apa isi kitab suci ini,” katanya.

Anthony adalah pembaca yang cukup cepat. Ia membaca Alquran saat berada di kereta api. Seketika itu pula ia menyimpulkan dan berkata pada diri sendiri, “Jika saya pernah membaca buku yang berasal dari Tuhan, maka ini dia bukunya.”

Ia menyakini Alquran itu berasal dari Allah. Ketika menyadari itu ia mulai bergerak lebih jauh, tak hanya membaca Alquran saja, tapi untuk mengamalkannya juga. “Sama saja seperti kita melihat apel yang terlihat harum, kita tak akan pernah tahu rasanya kalau tidak mencicipinya,” katanya.

Tertarik dengan pengamalan Alqurlan ia pun mulai mencoba untuk shalat meski saat itu ia belum resmi mengucap syahadat. Tak tahu bagaimana cara shalat, ia mengingat-ingat bagaimana seseorang yang pernah ia temui di Mesir melakukan shalat. “Saya mengingat seorang lelaki shalat dengan cara yang lebih indah dibandingan saya ketika saya masih menjadi Katholik,” ingatnya.

Suatu hari Anthony pergi ke toko buku yang kebetulan berada di dalam masjid. Toko itu memiliki koleksi buku tentang Muhammad dan tata cara shalat. Seorang pria menanyakan apakah ia seorang Muslim. Anthony lantas menjawab, “Apakah saya Muslim, apa yang ia maksud dengan itu? Saya bilang ‘Ya saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusannya’.”

“Ah, bila demikian, Anda Muslim. Ini waktunya shalat, mari kita shalat,” ajak lelaki itu.

Anthony kebetulan datang ke toko buku itu saat hari Jumat. Ia yang tak paham gerakan shalat hanya berusaha shalat dengan gerakan yang ia tahu saja. Masih salah disana-sini. “Setelah itu orang-orang mengelilingi saya dan mengajarkan saya cara shalat yang benar. Itu rasanya fantastis!”

Namun butuh dua tahun sebelum akhirnya ia resmi bersyahadat dan menjadi Muslim. Anthony mengaku menyesal telah menyia-nyiakan waktu dua tahun sebelum menjalani Islam dengan baik. “Aku tahu kebenaran tapi tak segera menjalankannya. Itu adalah kondisi yang buruk. Jika kita tidak tahu, maka tidak dikenai dosa. Tapi masalahnya saya tahu apa yang benar,” katanya. Kini Anthony telah berganti nama menjadi Abdur Raheem Green. Seorang Muslim. [islampos]

Kerudung Dalam Tradisi Yahudi Dan Kristen

Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center

Menarik sekali statemen Menteri Dalam Negeri Italia Giulliano Amato, beberapa waktu lalu menjawab tuntutan dari kelompok ekstrim sekuler di Italia yang menginginkan agar dikeluarkannya larangan berkerudung bagi Muslimah di Italia. Ia mengatakan demikian, “Ketika Bunda Maria senantiasa memakai kerudung, lalu bagaimana bisa kalian berharap dari saya untuk menentang kerudung kaum Muslimah?”

Dan Amato menambahkan, “Bunda Maria adalah ibu dari nabi kita Isa al-Masih dan senantiasa memakai kerudung. Bila demikian kenyataannya, bagaimana mungkin saya menyetujui pelarangan kerudung di negara ini."
Wanita memakai busana longgar panjang dari leher hingga kaki dan memakai kerudung penutup kepala adalah suatu keumuman dari zaman ke zaman sebelum Rasulullah SAW.  Ini terbukti dalam Bibel pun ada anjuran tegas mengenai kerudung. Dan kali ini kita akan bahas satu-persatu bagaimana pandangan kedua agama tersebut (Yahudi & Kristen) memandang kerudung (penutup kepala). 


Kerudung dalam Tradisi Yahudi

Seorang pemuka agama Yahudi, Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya meninggalkan sebelah mata saja. Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: “Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala” dan “Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat,” dan “Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan.”

Hukum Yahudi melarang seorang Rabbi untuk memberikan berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap “telanjang.” Dr Brayer juga mengatakan bahwa “Selama masa Tannaitic, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut.”

Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan
kemewahan yang dimiliki wanita yang mengenakannya. Kerudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi.

Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperbolehkan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S. W. Schneider, 1984, hal 237).

Wanita-wanita Yahudi di Eropa menggunakan kerudung sampai abad ke 19 hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang shalih tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi) (S.W.Schneider, 1984, hal. 238-239).

Kerudung dalam Tradisi Kristen

Hingga saat ini para Biarawati Katolik menutup kepalanya secara keseluruhan. Di Indonesia sebelum tahun 80-an pakaian biarawati adalah jilbab, pakaian panjang longgar dari leher hingga menutup kaki serta berkerudung yang menutup leher dan dada (masih ingat telenovela Brazil, Dolcemaria). Namun era 80-an ke atas, jubah biarawati berubah menjadi pakaian panjang hanya sampai betis. Kerudung panjang menutup dada berubah menjadi kerudung hanya penutup rambut dan leher terbuka.

Padahal menutup kepala atau berkerudung, adalah sebuah tuntunan dalam Bibel yang sudah ada sejak zaman sebelum Nabi Muhammad Saw.

I Korintus 11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

I Korintus  11:13 Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?

Bukan hanya itu, pernyataan St. Paul (atau Paulus) yang lain tentang kerudung adalah pada I Korintus 11:3-10. St Tertulian di dalam risalahnya “On The Veiling Of Virgins” menulis: “Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat berada di jalan, demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu.”

Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja (Clara M Henning, 1974, hal 272).[islampos/mediaumat]

Tren Baru di Kalangan Wanita Terpelajar Inggris: Menjadi Mualaf

Berita ipar Tony Blair yang mengumumkan konversi keyakinannya menjadi Muslim akhir pekan lalu membuka banyak cerita tentang para mualaf di Inggris. Harian Daily Mail menurunkan topik tak biasa di halam depan mereka: tentang tren baru keyakinan di Inggris. Hasil temuan mereka menyebut, ada tren di kalangan perempuan terpelajar di Inggris — sebagian besar adalah wanita karier — yang memilih Islam sebagai keyakinan baru mereka.

Ipar Tony Blair, Lauren Booth, 43 tahun, mengatakan dia sekarang memakai jilbab yang menutupi kepala setiap kali meninggalkan rumah. Ia juga mengaku melakukan shalat lima kali sehari dan mengunjungi masjid setempat kapanpun dia bisa.

Lauren berprofesi sebagai wartawan dan penyiar televisi. Dia memutuskan untuk menjadi seorang Muslim enam minggu lalu setelah mengunjungi tempat suci Fatima al-Masumeh di kota Qom. “Ini adalah Selasa malam, dan saya duduk dan merasa ini suntikan morfin spiritual, hanya kebahagiaan mutlak dan sukacita,” ujarnya.

Sebelum pergi ke Iran, ia mengaku telah tertarik pada Islam dan telah menghabiskan banyak waktu untuk bekerja sebagai wartawan di Palestina. “Saya selalu terkesan dengan kekuatan dan kenyamanan berada di tengah-tengah Muslimin,” katanya.

Menurut Kevin Brice dari Swansea University, yang memiliki spesialisasi dalam mempelajari konversi keyakinan, menyatakan gelombang para wanita terpelajar Inggris yang beralih keyakinan menjadi Muslim merupakan bagian dari tren menarik.

“Mereka mencari inti spiritualitas, arti yang lebih tinggi, dan cenderung untuk berpikir secara mendalam sebelum memutuskan. Namun dalam konteks ini, saya menyebutnya fsebagai fenomena “mengkonversi kenyamanan”. Mereka akan menganggap agama adalah alat menyenangkan suami Muslim mereka dan keluarganya, tapi tidak akan selalu menghadiri masjid, berdoa, dan berpuasa,” ujarnya.

Benarkah demikian? Kristiane Backer, wanita 43 tahun dan mantan VJ MTV yang menjadi ikon kehidupan Barat liberal yang dirindukan remaja saat mudanya, menggeleng. “Masyarakat permisif yang saya dambakan ketika muda dulu ternyata sangat dangkal, tak memberi ketenteraman batin apapun,” ujarnya.

Titik balik untuk Kristiane muncul ketika dia bertemu mantan pemain kriket Pakistan dan seorang Muslim, Imran Khan pada tahun 1992. Dia membawanya ke Pakistan. Di negara kekasihnya itu, dia segera tersentuh oleh spirtualitas dan kehangatan dari orang-orang Islam di negara itu.

“Meskipun kemudian hubungan asmara saya dengan Imran Khan kandas, semangat saya mempelajari Islam tak turut kandas. Saya mulai mempelajari Islam dan akhirnya menjadi mualaf,” ujarnya.

Menurutnya, Islam adalah agama bervisi. “Di Barat, kami menekankan untuk alasan yang dangkal, seperti apa pakaian untuk dipakai. Dalam Islam, semua orang bergerak ke tujuan yang lebih tinggi. Semuanya dilakukan untuk menyenangkan Tuhan. Itu adalah sistem nilai yang berbeda,” tambahnya.

Untuk sejumlah besar wanita, kontak pertama mereka dengan Islam berasal dari kencan pacar Muslimnya. Lynne Ali, 31, dari Dagenham di Essex, mengakuinya. Di masa lalu, hidupnya hanyalah pesta. “Aku akan pergi keluar dan mabuk dengan teman-teman, memakai pakaian ketat dan mengerling siapapun lelaki yang ingin aku kencani,” ujarnya.

Di sela-sela pekerjaannya sebagai DJ sebuah kelab malam papan atas London, ia menyempatkan ke gereja. Tetapi ketika ia bertemu pacarnya, Zahid, di universitas, sesuatu yang dramatis terjadi.”Dia mulai berbicara kepadaku tentang Islam, dan itu seolah-olah segala sesuatu dalam hidupku dipasang ke tempatnya. Aku pikir, di bawah itu semua, aku pasti mencari sesuatu, dan aku tidak merasa hal itu dipenuhi oleh gaya hidup hura-huraku dengan alkohol dan pergaulan bebas.”

Pada usia 19 tahun, Lynne memutuskan menjadi mualaf. “Sejak hari itu pula, aku memutuskan mengenakan jilbab,” ujarnya. “Ini adalah tahun ke-12 rambut saya selalu tertutup di depan umum. Di rumah, aku akan berpakaian pakaian Barat normal di depan suami saya, tapi tidak untuk keluar rumah.”

Survei YouGov baru-baru ini menyimpulkan bahwa lebih dari setengah masyarakat Inggris percaya Islam adalah pengaruh negatif yang mendorong ekstremisme, penindasan perempuan dan ketidaksetaraan. Namun statistik membuktikan konversi Islam menunjukkan perkembangan yang signifikan. Islam
adalah, setelah semua, agama yang berkembang tercepat di dunia. “Bukti menunjukkan bahwa rasio perempuan Barat mengkonversi untuk laki-laki bisa setinggi 2:1,” kata sosiolog Inggris, Kevin Brice.

Selain itu, katanya, umumnya perempuan mualaf ingin menampilkan tanda-tanda dari agama baru mereka – khususnya jilbab – walaupun gadis Muslim yang dibesarkan dalam tradisi Islam justru malah memilih tak berjilbab. “Mungkin sebagai akibat dari tindakan ini, yang cenderung menarik perhatian, Muslim mualaflah yang sering melaporkandiskriminasi terhadap mereka daripada mereka yang menjadi Muslimah sejak lahir,” tambahnya.

Hal itu diakui Backer. “Di Jerman, ada Islamophobia. Saya kehilangan pekerjaan saya ketika saya bertobat. Ada kampanye untuk melawan saya dengan sindiran tentang semua Muslim mendukung teroris – intinya saya difitnah. Sekarang, saya presenter di NBC Eropa,” ujarnya.

Hal itu diamini Lyne. “Aku menyebut diriku seorang Muslim Eropa, yang berbeda dengan mereka yang menjadi Muslim sejak lahir. Sebagai seorang Muslim Eropa, saya mempertanyakan segala sesuatu – saya tidak menerima secara membabi-buta. Dan pada akhirnya harus diakui, Islam adalah agama yang paling logis secara logika,” ujarnya.

“Banyak perempuan mualaf di Inggris juga mengkonversi agamanya karena tertarik dengan kehangatan hubungan di antara sesama Muslim. “Beberapa tertarik untuk merasakan kembali nilai-nilai yang telah mengikis di Barat,” kata Haifaa Jawad, dosen senior di Universitas Birmingham, yang telah mempelajari fenomena konversi agama. “Banyak orang, dari semua lapisan masyarakat, meratapi hilangnya tradisi menghargai orang tua dan perempuan, misalnya. Ini adalah nilai-nilai yang termuat dalam Quran, yang umat Islam harus hidup dengannya,” tambahnya Brice.

Nilai-nilai seperti ini pula yang menarik Camilla Leyland, 32, seorang guru yoga yang tinggal di Cornwall, pada Islam. Ia seorang ibu tunggal untuk anak, Inaya, dua tahun. Ia mengaku menjadi Muslim pada pertengahan usia 20-an untuk ‘alasan intelektual dan feminis’.

“Aku tahu orang akan terkejut mendengar kata-kata ‘feminisme’ dan ‘Islam’ dalam napas yang sama, namun pada kenyataannya, ajaran Alquran memberikan kesetaraan kepada perempuan, dan pada saat agama itu lahir, ajaran pergi terhadap butir masyarakat misoginis,” tambahnya.

Selama ini, orang salah memandang Islam, katanya. “Islam dituduh menindas wanita, namun yang aku rasakan ketika dewasa, justru aku merasa lebih tertindas oleh masyarakat Barat.”

Tumbuh di Southampton – ayahnya adalah direktur Institut Pendidikan Southampton dan ibunya seorang ekonom – Camilla pertama kali bersinggungan dengan Islam di sekolah. Ia mengenal Islam saat kuliah dan kemudian mengambil gelar master di bidang Studi Timur Tengah. Ketika tinggal dan bekerja di Suriah, ia menemukan pencerahan spiritual.

Merefleksikan apa yang dia baca di Alquran, ia menyadari bahwa islamlah yang dicarinya selama ini. “Orang-orang akan sulit untuk percaya bahwa seorang wanita yang berpendidikan tinggi dari kelas menengah akan memilih untuk menjadi Muslim,” katanya, menirukan komentar ayahnya saat itu. Namun ia mantap menjadi Muslimah.

Kini, ia yang mengaku tak pernah meninggalkan shalat lima waktu tapi belum berjilbab ini menyatakan dirinya telah “merdeka”. “Saya sangat bersyukur menemukan jalan keluar bagi diri saya sendiri. Saya tidak lagi menjadi budak masyarakat yang rusak.” Sumber

Miracle Kid of East Africa: Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang

Kisah ini adalah kisah nyata tentang seorang bocah ajaib , yang lahir ke dunia sebagai pertanda kebesaran Tuhan. Arusha adalah nama sebuah kota di Tanzania  Afrika, yang mayoritas penduduknya beragama Kristen . Kristiani di sana terbagi menjadi dua sekte, yaitu Kristen Anglikan dan Kristen Katolik. Di kota Arusha inilah lahir seorang anak ajaib dari pasangan suami isteri Domisia Kimaro dan Francis Fundinkira yang beragama KRISTEN KATOLIK .
Sebagai Kristiani yang taat beribadat, sudah barang tentu mereka menginginkan anak yang taat, dekat dengan gereja dan rajin melakukan kebaktian sebagaimana yg mereka lakukan selama ini. Maka beberapa minggu setelah anak laki-lakinya lahir, mereka berniat membawa bayi tersebut ke gereja untuk dibaptis.
Dengan berpakaian rapi dan wajah berseri merekapun bergegas menuju gereja. Namun kira2 20 langkah sebelum memasuki altar gereja, mereka seakan mendengar suara sayup yang mengagetkan . Tidak jelas di telinga mereka dari mana sumber suara itu berasal. Suara deru angin gurun dan juga lalu lalang kendaraan membuat pendengaran mereka tidak begitu fokus. Namun ketika mereka berhenti, ternyata suara itu adalah suara anak mereka sendiri. Bayi kecil itu telah mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak mereka percayai mampu berbicara dengan kalimat sebagai berikut:
“Mama usinibibaptize, naamini kwa ALLAH na jumbe wake Muhammad Saw !”  yg dalam bahasa Indonesianya “Ibu tolong jangan baptis saya, saya adalah orang yang beriman kepada ALLAH dan Rasul-Nya Muhammad Saw”  . 
Mendengar ini, maka dengan gemetar kedua orang tua tsb membawa pulang bayi tersebut, dan tidak jadi membaptisnya.
Dengan penuh tanda tanya, Domisia Kimaro dan Francis Fundinkira merawat bayinya, dan pada awal  Bulan Maret 1994, saat bayi tersebut berumur dua bulan, bayi tersebut tidak mau lagi menyusu kepada ibunya, setelah dibawa ke dokter, maka dokter menyatakan tidak ada yg aneh dengan bayinya, mungkin hanya perlu merubah style menyusui, namun setelah saran itu dicoba, tetap saja bayi tersebut tidak mau menyusu, dan tidak diketahui apa penyebabnya. Maka hari demi hari  dilalui dengan tanpa ASI dari sang Ibu.
Dan pada umur 4 bulan terjadilah satu hal yg aneh. Pagi itu sesudah anak Domisia dimandikan dan dipakaikan baju dengan rapih, tiba2 mulut mungil anak itu melantunkan sesuatu berulang-ulang dalam bahasa yang tidak dimengerti suami isteri ini apa maksudnya.  Maka bergegas Francis menuju gereja menyampaikan hal ini kepada pastur agar menangani anaknya yang ia duga kerasukan "pastur, tolong anak saya kerasukan. Doakan anak saya pastur , tolong !" . setelah berdialog dengan francis sebentar, maka sang pasturpun bergegas menuju rumah domisia beriringan dengan Francis .
Sesampainya di sana lalu sang pastur berusaha mengobati dengan menghadapkan tanda salib ke wajah anak tsb sambil berdoa, namun tetap saja anak tersebut melantunkan suara tsb berulang-ulang. Maka pulanglah sang pastur tanpa hasil, dan suami isteri tersebut termenung dengan pikiran kalut penuh tanda tanya. Dan selama berhari-hari anak itu tetap melantunkan nyanyiannya pada saat - saat tertentu.
Peristiwa tersebut akhirnya menjadi bahan pembicaraan tetangga di sekitar rumah mereka dan akhirnya peristiwa ini sampai ke tetangga (seorang muslim bernama Abu Ayub) yg rumahnya berjarak beberapa rumah dari keluarga suami isteri ini, bahwa anak tetangga kesurupan setan.
Dan sebagai tetangga maka si muslim ini bermaksud menjenguk suami isteri, dengan harapan ingin menawarkan bantuan untuk mengobati.  Maka berkunjunglah si muslim ini ke sana. Dan atas ijin keluarga Francis Fundinkira, maka ia mendatangi anak tersebut, dan lamat2  ia dengarkan suara yang keluar dari mulut anak tersebut, namun masih kurang jelas, maka didekatkannya telinganya ke mulut anak tersebut.
Serentak ia kaget dan undur ke belakang, namun kemudian ia dekatkan lagi untuk lebih meyakinkan tentang apa yang didengarnya. Maka ia pun yakin, dan dengan wajah masih diliputi keheranan, ia dekati kedua orang tua anak tsb, dan menjelaskan “Bapak Ibu, percaya atau tidak percaya, anak ibu tidak kerasukan setan, suara yang keluar dari mulut anak Bapak Ibu adalah bacaan AL-QUR’AN”. Mendengar ini kontan saja suami isteri itu saling pandang ter heran-heran. Dan apakah yang di baca anak tsb ? , ayat inilah yang dilantunkan mulut kecilnya secara berulang-ulang :

“........maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."  (QS AL BAQARAH : 54)

Ayat yang dibaca oleh anak itu adalah penggalan dari Surat AL BAQARAH ayat 54
Maha besar ALLAH, apabila DIA berkehendak sesuatu, maka sesuatu itu pasti akan terjadi. Rupanya keluarga suami isteri tsb mendapat rakhmat dan hidayah dari ALLAH melalui anaknya sendiri. Yang akhirnya suami isteri tersebut mulai belajar tentang Islam dari Abu Ayub tetangganya, dan akhirnya berpindah agama dari kristen katolik masuk ke Islam.
Peristiwa ini mengingatkan kita pada Nabi Isa yang berbicara semasa masih bayi. Dan anak dari suami isteri tsb terus melantunkan bacaan yang berbeda dari hari kehari, tanpa diajari siapapun !!, hingga  umurnya 1,5 tahun dia sudah hafal AL QUR'AN dengan bacaan yg fasih dan baik , serta memahami isi ajarannya. Bahkan bukan hanya AL QUR'AN, dia juga hafal Injil tanpa ada yg mengajari, sungguh luar biasa. Dan sholat 5 (lima) waktu pun sudah mampu ia tunaikan. Hingga kurang lebih pada umur 5 tahun, dia fasih berbicara dalam 5 bahasa, Inggris, Perancis, Itali, Arab dan  Swahili tanpa ada yang mengajarnya.  Anak tersebut diberi nama Syarifuddin Khalifah, sampai sekarang berceramah mengajarkan Islam, hingga ribuan orang berhasil diajak masuk Islam, ALLAAHU AKBAR. Lalu siapakah yang mengilhamkan semua ini,  tak lain adalah ALLAH. Ilmu yang didapat seseorang atas ilham ALLAH tanpa melalui proses belajar, ataupun diajar oleh manusia lain biasa disebut Ilmu Laduni. Hal ini mengingatkan kita pada hamba ALLAH, yang mana nabi Musa AS disuruh belajar padanya, yaitu Nabi Khidlir yang diberi Ilmu oleh ALLAH, sehingga dapat mengetahui segala sesuatu sebelum terjadi.
UMUR 5 (LIMA) TAHUN SYEKH SYARIFUDDIN TELAH MENGISLAMKAN RIBUAN ORANG 
Peristiwa ini terjadi pada saat umur Syarifuddin kurang lebih 5 (lima) tahun. Hari itu matahari sedang terik di hamparan gurun pasir yang luas. Seribuan orang lebih telah memadati Pumwani, suatu distrik yang berada di Kenya. Di tengah masa menunggu dimulainya acara, mata orang-orang yang hadir di situ sibuk mencari-cari sosok  Syarifuddin Khalifah, anak yang belakangan ini menjadi buruan para pencari berita, baik cetak maupun elektronik dalam dan luar negeri.  Dialah anak kecil yang oleh umat Islam di Afrika dikenal dengan sebutan Syekh Syarifuddin Khalifah atau Miracle Kid Of East Africa. Dia akan datang atas undangan Kenya Moslem's League.
Maka tampaklah sebuah mobil GMC hitam memasuki tempat dimana ribuan orang berkumpul. Ketika jendela terbuka, tampaklah seorang bocah melambai - lambaikan tangannya , dialah Syekh Syarifuddin Khalifah. di kanan kiri mobil puluhan aparat militer berseragam resmi berlari-lari mengikuti laju pelan mobil itu. Kemudian Syekh turun diikuti orang-orang terdekatnya. Maka riuhlah para hadirin menyapanya. 
Orang - orang yang berbondong - bondong hadir, bukan hanya orang Islam, tetapi di setiap ceramahnya selalu banyak dihadiri umat Kristiani . Kemampuan yg luar biasa ini telah menarik perhatian umat Kristiani , apalagi mereka mendengar bahwa Syekh Syarifuddin terlahir dari keluarga Kristen Katolik, sehingga mereka berspekulasi bahwa dia adalah Yesus yang dibangkitkan kembali ke dunia.  
Namun banyak juga yang menganggap bahwa kisah Syarifuddin di Youtube cuma Hoax belaka. Memang ini adalah satu hal yang luar biasa, sehingga sulit bagi orang untuk percaya, kecuali dia melihat dengan mata kepala sendiri. Kelompok yg tidak percaya ini menganggap bahwa Syarifuddin menghafal sebelumnya semua yang akan dikatakannya dalam ceramah . 
Dalam ceramahnya Syekh sering menyinggung masalah yang berkaitan dengan agama kristen, tentang siapa sebenarnya Isa al-Masih putera Maryam atau Yesus dan juga menjelaskan mengenai Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul yang terakhir . Hujjah yang kuat yang dimiliki Syekh Syarifuddin , disamping hafalannya terhadap AL QUR'AN, Injil dan juga hadits - hadits Rasulullah membuat audiensnya terkesima, sehingga sering dalam acara tanya jawab dalam ceramahnya, Syekh Syarifuddin ditanya oleh orang - orang kristen " Are you Yesus ? " . Maka seperti biasa dengan tenang Syekh Syarifuddin menjawab, "No...., I'm not Jesus , I'm created by God, the same God who created Jesus.".  " Aku bukan Yesus, aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama yang menciptakan Yesus." .  Syekh Syarifuddin kemudian menjelaskan bahwa Yesus hanyalah seorang Nabi dan rasul ALLAH, seperti nabi Musa . Mukjizat yang dimilikinya seperti menghidupkan orang mati , menyembuhkan penyakit , itu semua adalah karunia ALLAH. Semua dapat terjadi dengan ijin ALLAH. Syekh juga menjelaskan bahwa agama yang diridhoi di sisi ALLAH hanyalah Islam. Dan biasanya setelah ceramahnya, banyak umat kristiani yang kemudian bersyahadat masuk Islam .
Itulah kisah yang luar biasa dari seorang hamba ALLAH yang bernama Syekh Syarifuddin Khalifah. Saat ini bulan Januari tahun 2013 umur Syekh kurang lebih 19 tahun.

BERIKUT INI LINK VIDEO CERAMAH DARI SYEKH SYARIFUDDIN KHALIFAH :


http://www.youtube.com/watch?v=IN695peGAx8

http://www.youtube.com/watch?v=fOrPr_GiJRY
Kisah ini dikutip dari buku yang ditulis oleh Mujahidin Nur, berjudul "BOCAH YANG MENGISLAMKAN RIBUAN ORANG" yang bisa didapat di toko-toko buku . Semoga ini bisa menjadi kisah yang dapat menambah kekuatan iman kita.
 
Support : Copyright © 2015. Putra Martapura Blog - All Rights Reserved
Proudly powered by M. Firdaus Habibi
.comment-content a {display: none;} -->